Inspirasi

Berkenalan dengan Hartono Penyandang Tunarungu yang Menjadi Driver Ojol

Wisma Putra - detikNews
Minggu, 23 Jan 2022 11:15 WIB
Keterbatasan tak halangi semangat Hartono untuk mencari nafkah. Dengan motornya ia mengumpulkan rezeki sebagai seorang driver ojek online. Berikut kisahnya.
Hartono Narik Ojol (Wisma Putra/detikcom)
Bandung -

Notifikasi pesanan makanan bergetar di ponsel Hartono (38). Pengemudi (driver) ojol ini langsung bergegas menuju tempat penjual makanan untuk mengambil pesanan pelanggan.

Dengan mengikuti tanda arah dari maps di ponselnya, Hartono memacu sepeda motor matik miliknya menuju Jl Sumbawa, Kota Bandung.

Hartono merupakan salah satu penyandang disabilitas yakni penyandang tunarungu (tuli). Karena tidak dapat mendengar dengan baik, Hartono hanya dapat merasakan getaran ponsel saat ada pesanan masuk dan mengandalkan indera penglihatannya untuk mencari alamat melalui peta di ponsel.

Sekitar lima menit berkendara, Hartono pun sampai di resto tujuan. Tidak menunggu lama, Hartono pun langsung mengambil makanan tersebut dan memasukannya ke boks GoFood miliknya. Makanan itu langsung diantarkan Hartono ke Jalan Wastukencana, Kota Bandung.

Sesampainya di lokasi tujuan dan bertemu dengan pelanggannya, Hartono pun memperlihatkan sebuah stiker yang memberitahu jika dirinya merupakan penyandang tunarungu.

"HALO SAYA TUNARUNGU/DEAF. Terimakasih," tulis keterangan di stiker dan dilengkapi dengan simbol telinga dicoret.

Pelanggannya, yang merupakan seorang perempuan itu pun langsung melemparkan senyuman sambil berkata, "Iya, terima kasih."

Hartono mengatupkan kedua tangannya, sebagai tanda terima kasih kepada pelanggan yang sudah mengerti dan memahami bahwa dia merupakan seorang penyandang disabilitas.

detikcom berkesempatan berbincang dengan Hartono. Untuk penyandang disabilitas seperti Hartono yang bekerja menjadi driver ojek online, jumlahnya tidak lebih dari 20 orang. Meski demikian, di balik keterbatasan tersebut, Hartono mampu bekerja selayaknya manusia normal, hanya caranya yang diganti tidak seperti cara pada umumnya.

"Halo, nama saya Hartono, asal Surabaya, umur 38 tahun," kata Hartono mengawali perbincangan dengan detikcom di salah satu kafe di Jalan Sumbawa, Kota Bandung.

Keterbatasan tak halangi semangat Hartono untuk mencari nafkah. Dengan motornya ia mengumpulkan rezeki sebagai seorang driver ojek online. Berikut kisahnya.Keterbatasan tak menghalangi semangat Hartono untuk mencari nafkah. Dengan motornya, ia mengumpulkan rezeki sebagai seorang driver ojek online. (Wisma Putra/detikcom)

Hartono menyebut sudah menjadi driver ojek online (ojol) dan bergabung bersama perusahaan Gojek sejak 2013 di kota kelahirannya di Surabaya.

"Saya sudah dari tahun 2013 (bergabung dengan Gojek), sampai 2016 pindah lokasi ke Bandung, sudah 5 tahun," sebutnya.

Kepada detikcom, Hartono mengaku, sebelum bekerja sebagai driver ojol, ia bekerja menjadi sopir.

"Pertama kerja sopir, kirim barang, Banyuwangi, Bali, terus ada teman ngajak. Dia tanya kerja apa, saya kerja pabrik, sopir, kirim barang. Setiap hari dapat berapa? Rp 80 Ribu, capek kerja (sopir). Kamu mau kerja Gojek? Saya pikir dulu, saya mau daftarlah Gojek, tahun 2013, bisa lancar (gunakan aplikasi) sampai satu bulan," ungkap Hartono sambil menirukan perbincangan bersama temannya pada saat ia pertama bekerja menjadi driver ojol.

Saat ini Hartono tinggal bersama istrinya bernama Jessica Oktavia (32) sesama penyandang tunarungu di wilayah Jalan BKR, Kota Bandung, dan sudah dikaruniai anak yang dilahirkan secara normal tanpa memiliki kekurangan seperti ayah dan ibunya. Nama anaknya adalah Jason Haniel Liem yang kini sudah berusia lima tahun.

Hartono menuturkan, dalam sepekan, ia hanya narik selama enam hari dan waktunya pun menyesuaikan, antar-jemput anak sekolah dan antar-jemput kakak istrinya yang bekerja di kawasan Baleendah.

"Saya biasa, Hari Senin antar kakak istri mulai jam 8 sampai off jam 4 sore, jemput lagi kakak istri. Besok kerja, dari pagi, pulang jam 10-11 malam," tuturnya.

Meski penghasilan tak tentu, Hartono mengaku penghasilan menjadi driver ojol lebih baik dibanding ia bekerja menjadi sopir.

"Setiap hari dapat Rp 150, Rp 250 lebih, dan Rp 300 lebih," pungkasnya.

Selain menarik orderan GoFood, Hartono juga menarik penumpang atau mengambil orderan paket. Untuk orderan penumpang, Hartono memasang stiker khusus di helmnya.

Cara khusus Hartono, saat menarik penumpang akan dibahas dalam artikel berikutnya.

Simak Video 'Pantang Menyerah Driver Ojol di Tengah Keterbatasan Disabilitas':

[Gambas:Video 20detik]

(wip/dnu)