Trump Ancam Pemimpin Baru Venezuela: Ada 'Harga Mahal' Jika Tak Berbuat Benar

Trump Ancam Pemimpin Baru Venezuela: Ada 'Harga Mahal' Jika Tak Berbuat Benar

Yogi Ernes - detikNews
Senin, 05 Jan 2026 03:53 WIB
FILE PHOTO: U.S. President Donald Trump speaks as Secretary of State Marco Rubio and Secretary of Defense Pete Hegseth look on during a press conference following a U.S. strike on Venezuela where President Nicolas Maduro and his wife, Cilia Flores, were captured, from Trumps Mar-a-Lago club in Palm Beach, Florida, U.S., January 3, 2026. REUTERS/Jonathan Ernst/File Photo
Foto: Donald Trump (REUTERS/Jonathan Ernst)
Jakarta -

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengeluarkan ultimatum terhadap pemerintahan Venezuela usai Nicolas Maduro ditangkap. Trump meminta pemimpin baru Venezuela bersikap kooperatif jika tidak ingin bernasib seperti Maduro.

"Jika dia tidak melakukan apa yang benar, dia akan membayar harga yang sangat mahal, mungkin lebih mahal daripada Maduro," kata Trump kepada The Atlantic dalam sebuah wawancara telepon singkat dilansir AFP, Senin (5/1/2026).

Ultimatum dari Trump ini merujuk pada pengangkatan Delcy Rodriguez sebagai pemimpin sementara Venezuela. Rodriguez sebelumnya merupakan wakil presiden dari Nicolas Maduro.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Rodriguez juga sebelumnya menyampaikan pernyataan menantang pada hari Sabtu (3/1) setelah serangan AS di ibu kota Caracas. Dia mengatakan bahwa Maduro adalah satu-satunya pemimpin sah negara itu dan bahwa "kami siap membela sumber daya alam kami."

ADVERTISEMENT

Pasukan AS menyerang Caracas, Venezuela, pada Sabtu dini hari. Mereka membom target militer dan membawa Maduro dan istrinya untuk menghadapi tuduhan perdagangan narkoba federal di New York.

Pemerintahan Trump mengatakan bersedia bekerja sama dengan pemerintah Venezuela selama tujuan AS, termasuk membuka akses investasi AS di cadangan minyak mentah Venezuela, terpenuhi.

Dalam wawancara dengan The Atlantic, Trump mengatakan AS akan membangun kembali negara Venezuela.

"Membangun kembali bukanlah hal yang buruk dalam kasus Venezuela," katanya.

"Negara itu telah hancur. Itu adalah negara yang gagal. Itu adalah negara yang benar-benar gagal. Itu adalah negara yang merupakan bencana dalam segala hal," sambung Trump.

(ygs/ygs)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini