Inspirasi

Kejujuran Karyawan Bandara, Teladan Rakyat untuk Pejabat agar Tak Korupsi

Danu Damarjati - detikNews
Minggu, 16 Jan 2022 17:05 WIB
Dua cleaning service jujur dari dua bandara berbeda, Halimah dari Bandara Soetta (kiri) dan Dewi Lestari dari Bandara Kualanamu (kanan). (Dok Istimewa)
Dua cleaning service jujur dari dua bandara berbeda, Halimah dari Bandara Soetta (kiri) dan Dewi Lestari dari Bandara Kualanamu (kanan). (Dok Istimewa)
Jakarta -

Berani Jujur Hebat! Begitu semboyan populer dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Kejujuran telah dipraktikkan pula oleh kelas pekerja, karyawan Bandara, Halimah dan Dewi Lestari. Kejujuran mereka bisa memberi teladan dari rakyat untuk pejabat, golongan yang kerap diberitakan tertangkap tangan karena korupsi, tidak jujur mengemban amanat.

Peneliti dari Indonesia Corruption Watch (ICW) Kurnia Ramadhana mengamati ini sebagai gejala zaman yang terbalik. Sementara dahulu kala pada zaman perjuangan kemerdekaan banyak rakyat meneladani pemimpin jujur, kini masalah 'siapa yang harus meneladani siapa' menjadi berubah.

"Dulu, setiap orang tua menginginkan anaknya mencontoh para pemimpin. Hari ini, sedikit saja orang tua yang menginginkan anaknya jadi politikus-pejabat. Ini karena apa yang mereka lihat, pejabat-pejabat mengkhianati mandat rakyat," kata Kurnia kepada detikcom, Sabtu (15/1/2022).

Halimah di Bandara Soekarno-Hatta dan Dewi Lestari di Bandara Kualanamu bukan politikus. Mereka adalah cleaning service atau petugas kebersihan. Meski demikian, publik bisa mengambil inspirasi dari perilaku jujur Halimah dan Dewi Lestari. Pejabat korup juga bisa meneladani kejujuran Halimah dan Dewi Lestari bila mau bertobat.

"Ini paradoks. Hari ini pejabat-pejabat itulah yang harus mencontoh masyarakat, terutama masyarakat yang masih memiliki nilai integritas yang tinggi, salah satunya soal kejujuran," kata Kurnia.

Kurnia lantas mengutip Indeks Persepsi Korupsi (IPK) di Indonesia yang menurun pada 2020 (diumumkan pada 2021). IPK yang dirilis Transparency International memperlihatkan kondisi kejujuran yang semakin urgen untuk dipraktikkan secara serius oleh pejabat negara.

Indeks Persepsi Korupsi Indonesia turun 3 poin dari tahun 2019 yang mendapatkan skor 40. Melorotnya skor IPK itu membuat peringkat Indonesia juga turun drastis dari posisi 85 ke 102 dari 180 negara. Indonesia tercatat pada peringkat yang sama dengan Gambia. Padahal setahun sebelumnya (2019), Indonesia mendapat skor 40 dengan ranking 85.

Selanjutnya, sekilas soal Dewi Lestari dan Halimah: