Round-Up

Lockdown Kian Mendesak saat Kasus Corona Makin Nanjak

Tim Detikcom - detikNews
Rabu, 23 Jun 2021 06:48 WIB
Poster
Ilustrasi Corona (Foto: Edi Wahyono-detikcom)
Jakarta -

Desakan lockdown muncul dari mana-mana di saat penambahan kasus baru Corona kian menanjak. Sejumlah pihak dari mulai politisi hingga pakar kesehatan menyarankan agar dilakukannya lockdown demi mengurangi laju penyebaran COVID-19.

Ada pula politisi yang menyarankan agar dilakukan semi lockdown pada akhir pekan. Ada juga anggota dewan yang menyarankan lockdown selama 14 hari ke depan di zona merah, sejumlah pakar kesehatan pun mendorong lockdown agar ekonomi dapat diselamatkan dari yang terburuk.

Adapun penambahan kasus baru corona pada 22 Juni di tanah air mencapai 13.668, sehingga total kasus corona di Indonesia mencapai 2.028.113 kasus. Pasien sembuh dari Corona mencapai 1.810.136 orang. Sedangkan total pasien COVID-19 yang meninggal dunia berjumlah 55.291 orang.

Sementara itu melonjaknya kasus COVID-19 menimbulkan meningkatnya kebutuhan tempat tidur pasien Corona di rumah sakit maupun di tempat isolasi. Sejumlah daerah melaporkan ketersediaan IGD maupun ruang rawat inap di rumah sakit hampir penuh, banyak warga dilaporkan sulit mencari rumah sakit, sehingga harus dirujuk ke rumah sakit daerah lain.

Salah satu contoh penuhnya kapasitas rumah sakit ada di wilayah Depok. Dinas Kesehatan Kota Depok melaporkan bed occupancy rate (BOR) atau keterisian tempat tidur rumah sakit yang menangani Corona di Depok penuh. Selain itu, BOR isolasi Corona di Depok juga sudah berada di angka 89 persen.

"BOR ICU sudah 101,83%, BOR isolasi sudah 89,15%," kata Kadinkes Depok Novarita saat dihubungi, Selasa (22/6/2021).

Novarita menyebut Pemkot Depok kini tengah mengambil sejumlah langkah terkait ketersediaan tempat tidur di rumah sakit di Depok. Salah satunya dengan meminta sejumlah RS menambah kapasitas tempat tidur.

"Kita minta RS menambah tempat tidur isolasi untuk COVID," ucapnya.

Atas desakan lockdown itu Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menegaskan apapun nama kebijakannya PSBB, PPKM Mikro maupun lockdown esensinya adalah mengurangi pergerakan masyarakat. Pemerintah akan membatasi mobilitas antara 75 dan 100 persen. Selain itu PPKM Mikro di sejumlah daerah juga membatasi operasional mall, restoran hingga penerapan jam malam.

"Sebenarnya nama PPKM mikro, nama PSBB, nama lockdown, esensinya bukan di namanya, esensinya adalah bagaimana kita bisa mengurangi mobilitas. Bagaimana kita mengurangi pergerakan, ada yang bilang lockdown, ada yang bilang PSBB, ada yang bilang PPKM Mikro," kata Budi, dilansir dari CNN Indonesia TV, Selasa (22/6/2021).

Sejumlah pihak mengusulkan lockdown karena khawatir dengan lonjakan kasus Corona yang terus terjadi di beberapa tempat di tengah merebaknya virus corona varian Delta maupun varian lainnya. Selain itu, balita hingga anak-anak juga banyak dilaporkan terkena COVID-19.

Berikut ini sejumlah pihak yang menyarankan agar dilakukan lockdown dari mulai politisi, aktivis hingga pakar kesehatan.

Simak video 'Pimpinan DPR Usul Jakarta Semi Lockdown di Akhir Pekan':

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2 3 4 5