detikcom Do Your Magic

Punya Masalah Tawuran, Johar Baru Disebut-sebut Kecamatan Terpadat ASEAN

Danu Damarjati - detikNews
Selasa, 27 Apr 2021 17:05 WIB
pemuda melempar Batu pada musuhnya
Gambar ilustrasi tawuran (Edi Wahyono/detikcom)
Jakarta -

Masalah tawuran di Johar Baru membuat warga ingin Jembatan Kota Paris dibongkar saja supaya lingkungan lebih aman. Tawuran menjadi problem klasik kecamatan ini. Johar Baru bahkan sempat disebut-sebut sebagai kecamatan terpadat di Asia Tenggara (ASEAN). Apakah sebutan itu betul?

Penelitian Made Suryanatha Prabowo, Wita Indriani, dan Heni Dewiyanto berjudul 'Mitigasi Spasial terhadap Bencana Sosial di Permukiman Johar Baru' menyebut Kecamatan Johar Baru terkenal sebagai kecamatan dengan tingkat kepadatan penduduk rata-rata 60.433 jiwa per kilometer persegi.

"Kondisi tersebut membuatnya termasuk sebagai wilayah permukiman terpadat se-Asia Tenggara," tulis mereka dalam laporan penelitian di Jurnal Arsitektur Zonasi Volume 2 Nomor 1 Februari 2019.

Ada pula Sandiaga Salahuddin Uno yang menyebut Johar Baru sebagai kawasan terpadat se-Asia Tenggara. Dia menyampaikan hal ini saat masih menjadi calon Wakil Gubernur DKI pada 10 Maret 2017.

"Sebagai kecamatan terpadat di Asia Tenggara, semoga Kecamatan Johar bisa jadi penggerak perekonomian Jakarta. Kita tingkatkan kemampuan perniagaan kita, seperti program OK OCE yang dapat membantu warga," kata Sandiaga di Jl Kramat Pulo, Tanah Tinggi, kala itu, empat tahun silam.

detikcom mencoba mencocokkan data. Berdasarkan dokumen Paparan Camat Johar Baru tentang Kampung Kota Bersama Tahun 2019 (diakses dari situs Pemprov DKI), kepadatan penduduk Johar Baru adalah 57.656 jiwa/km2. Angka ini agak berbeda dengan yang disampaikan Made Suryanatha dkk dalam penelitiannya yang menyebut kepadatan penduduk Johar Baru 60.433 km2.

Berdasarkan data 2018 itu, jumlah penduduk Johar Baru adalah 136.645 jiwa, terdiri dari laki-laki 69.390 jiwa dan perempuan 67.255 jiwa.

Sebanyak 136.645 manusia itu ada di Kecamatan Johar Baru seluas 238,16 Hektare. Kepadatan penduduknya adalah 57.656 jiwa/km2.

Bandingkan dengan Kecamatan Tambora dengan jumlah penduduk 271.495 orang, luas wilayahnya 542,09 Hektare. Kepadatan penduduknya adalah 50.277 jiwa/km2 (Sumber: Data BPS).

Untuk DKI Jakarta sendiri, kepadatan penduduk Ibu Kota Negara ini adalah 16.704 jiwa/km2. Bandingkan dengan Manila, Ibu Kota Filipina dengan kepadatan penduduk 71.263 jiwa/km2 (2015).

Selanjutnya, akar tawuran: