detikcom Do Your Magic

Pembongkaran Jembatan Kota Paris Masih Dibahas di Tingkat Kota

Arief Ikhsanudin - detikNews
Jumat, 23 Apr 2021 14:26 WIB
Barier untuk halangi akses tawuran dipasang di Jembatan Kota Paris, Johar Baru, Jakarta Pusat
Jembatan Kota Paris, Johar Baru, yang jadi akses tawuran warga. (Afzal Nur Iman/detikcom)
Jakarta -

Pembongkaran Jembatan Kota Paris, Johar Baru, masih di bahas di tingkat Kota Administrasi Jakarta Pusat. Surat permohonan penghapusan aset dan pembongkaran masih belum diajukan ke Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

"Persetujuan belum jadi diajukan. Terkait ada pembahasan lagi di Walkot," ucap pelaksana tugas (plt) Kepala Suku Bada Aset Daerah Kota Jakarta Pusat, Gigih Nugrohadi, saat dihubungi, Jumat (23/4/2021).

Menurut Gigih, pembahasan dilakukan antara Suku Badan Aset Daerah dengan Suku Dinas Bina Marga Jakarta Pusat. Gigih belum bisa menjelaskan soal isi pembahasan dan menyerahkan kepada Suku Dinas Bina Marga Jakarta Pusat.

Seperti diketahui, pembongkaran Jembatan Kota Paris diusulkan oleh warga Kampung Rawa di sekitar jembatan. Penyebabnya, jembatan itu menjadi akses untuk tawuran di jalan-jalan dekat jembatan tersebut.

Kepala Dinas Bina Marga DKI, Hari Nugroho menyatakan setuju jembatan itu dibongkar jika memang keinginan dari warga. "Kalau itu memang permohonan warga, jadi itu aset nanti dihapus dulu. Kalau sudah dihapus aset, baru nanti kita bongkar," kata Kepala Dinas Bina Marga DKI Hari Nugroho, Senin (19/4).

Penghapusan aset adalah langkah formal yang perlu dilalui sebelum pembongkaran secara fisik. Tujuannya, agar Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) tidak salah paham. Hari memahami jembatan itu kini justru lebih banyak mudaratnya ketimbang manfaatnya.

"Manfaatnya dulu kan untuk menghubungkan antarkampung. Sekarang, daripada sekarang lebih banyak mudaratnya tadi, ya sudah, dihapus," kata dia.

"Jadi kemarin kita sudah rapat dengan BPAD mau merobohkan, jembatan itu kan termasuk aset," kata Hari.

(aik/dnu)