detikcom Do Your Magic

Kesbangpol DKI Diminta Pecahkan Masalah Tawuran di Johar Baru

Danu Damarjati - detikNews
Selasa, 27 Apr 2021 14:48 WIB
Ilustrasi tawuran
Ilustrasi (Edi Wahyono/detikcom)
Jakarta -

Tawuran menjadi masalah klasik di Johar Baru. Masalah ini melatarbelakangi aspirasi warga yang ingin Jembatan Kota Paris dibongkar. Jembatan itu kerap dilalui pelaku tawuran bersenjata. Pemerintah Provinsi DKI diminta menyelesaikan masalah di Johar Baru.

"Saya minta Kesbangpol DKI dan instansi terkait kembali duduk bareng memecahkan masalah ini," kata Sekretaris Komisi D (Bidang Pembangunan) DPRD DKI Jakarta, Syarif, kepada detikcom, Selasa (27/4/2021).

Ketua RW 06 Kampung Rawa, Husnan Hendriyadi bicara soal Jembatan Kota Paris di Johar Baru yang sering jadi akses tawuran. (Afzal Nur Iman/detikcom)Ketua RW 06 Kampung Rawa, Husnan Hendriyadi bicara soal Jembatan Kota Paris di Johar Baru yang sering jadi akses tawuran. (Afzal Nur Iman/detikcom)

Kesbangpol DKI adalah Badan Kesatuan Bangsa dan Politik DKI. Badan ini berkedudukan di bawah dan bertanggung jawab kepada Gubernur melalui Sekretaris Daerah. Kesbangpol DKI berfungsi, salah satunya, memfasilitasi pengembangan hubungan antar-masyarakat.

Syarif menilai pembongkaran jembatan tidak bisa serta-merta dilakukan tanpa pertimbangan matang. Soalnya, jembatan penyeberangan orang itu adalah fasilitas yang dibangun bukan tanpa tujuan. Jembatan itu dibangun untuk memudahkan mobilitas warga.

"Menurut saya itu perlu kajian serius karena jembatan itu sangat vital untuk akses penghubung. Jika dibongkar, berarti memutus akses jalan," kata dia.

Jembatan Kota Paris terletak di Jl Rawa Sawah II, melintang di atas Kali Cideng. Sebenarnya, saat ini pun jembatan sudah tidak bisa dilewati karena sudah diberi barikade tembok dan barier beton (MCB). Akses terdekat untuk menyeberang adalah lewat jembatan di Jl Rawa Sawah I, jaraknya sekitar 300 meter dari Jembatan Kota Paris. Jembatan di Jl Rawa Sawah I bisa dilalui sepeda motor hingga mobil, tak hanya pejalan kaki seperti di Jembatan Kota Paris.

Barier untuk halangi akses tawuran dipasang di Jembatan Kota Paris, Johar Baru, Jakarta PusatBarier untuk menghalangi akses tawuran dipasang di Jembatan Kota Paris, Johar Baru, Jakarta Pusat. (Afzal Nur Iman/detikcom)

"Intinya harus ada kajian supaya dapat alternatif akses jalan jika jembatan itu dibongkar," kata Syarif yang merupakan politikus Partai Gerindra ini.

Wakil ketua sementara DPRD DKI dari Fraksi Gerindra, Syarif,Anggota DPRD DKI dari Fraksi Gerindra, Syarif. (Dwi Andayani/detikcom)

Masalah utamanya adalah tawuran, bukan jembatan itu sendiri. Dia mengetahui tawuran Johar Baru sudah lama menjadi perbincangan dan objek penelitian. Rekomendasi-rekomendasi pernah dibuat, tapi tawuran tetap saja tak berhenti.

"Untuk beberapa tahun sepertinya rekomendasi itu berjalan, tapi kemudian muncul lagi tawuran," kata Syarif.

(dnu/dnu)