KPK Kembali Panggil Komisaris PT RPI Terkait Kasus Bansos Corona

Farih Maulana Sidik - detikNews
Senin, 01 Mar 2021 12:00 WIB
Ali Fikri
Plt Jubir KPK, Ali Fikri (Foto: Ari Saputra-detikcom)
Jakarta - Penyidik KPK kembali memanggil Komisaris PT Rajawali Parama Indonesia (RPI) Daning Saraswati terkait kasus dugaan korupsi bantuan sosial (bansos) Corona. Daning dipanggil sebagai saksi untuk tersangka Matheus Joko Santoso.

"Yang bersangkutan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka MJS (Matheus Joko Santoso)," kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri kepada wartawan, Senin (29/2/2021).

Pemanggilan terhadap Daning ini bukan yang pertama kali. Dia sempat diperiksa penyidik KPK pada Selasa (19/1).

Saat itu, Daning dibawa penyidik keluar di sela-sela pemeriksaan. Daning dibawa penyidik untuk menunjukkan sejumlah dokumen yang dibutuhkan terkait kasus ini.

Dia diminta penyidik ke kantor perusahaannya yakni PT RPI. Perusahaan Daning, yakni PT RPI, diketahui menjadi salah satu rekanan dalam proyek pengadaan bansos untuk wilayah Jabodetabek tahun 2020.

Kasus dugaan korupsi bansos Corona ini menjerat mantan Menteri Sosial Juliari Batubara, sebagai salah satu tersangka. Dia dijerat bersama empat orang lainnya, yaitu Matheus Joko Santoso, Adi Wahyono, Ardian IM, dan Harry Sidabukke.

Matheus dan Adi merupakan pejabat pembuat komitmen atau PPK di Kemensos. Sementara, Ardian dan Harry adalah pihak swasta sebagai vendor pengadaan bansos.

KPK menduga Juliari menerima jatah Rp 10 ribu dari setiap paket sembako senilai Rp 300 ribu per paket. KPK menduga Juliari Batubara sudah menerima Rp 8,2 miliar dan Rp 8,8 miliar.

Simak video 'Penyuap Juliari Didakwa Beri Suap Masing-masing Rp 1,28 M dan Rp 1,95 M':

[Gambas:Video 20detik]



(fas/haf)