Round-Up

8 Pernyataan RK Usai Diklarifikasi soal Kerumunan HRS di Mabes Polri

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 21 Nov 2020 07:57 WIB
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil memenuhi panggilan Bareskrim Polri di Jakarta. Kang Emil dimintai klarifikasi terkait acara Habib Rizieq di Bogor.
Ridwan Kamil (Foto: Agung Pambudhy)

5. Ridwan Kamil akan Sanksi Pemkab Bogor

Ridwan Kamil akan memberikan sanksi kepada Pemkab Bogor terkait kerumunan massa dalam acara yang dihadiri Habib Rizieq di Megamendung. Dia juga meminta Pemkab Bogor menjatuhkan sanksi kepada panitia acara di Megamendung.

"Saya akan memberi sanksi juga kepada Kabupaten Bogor dan Kabupaten Bogor saya minta juga memberikan sanksi yang juga tegas karena membawa banyak dampak," kata Ridwan Kamil.

Ridwan Kamil mengatakan pihaknya sudah menyampaikan teguran lisan kepada Pemkab Bogor. Kini sanksi tertulis tengah disiapkan.

"Dalam aturannya itu, ada sifatnya teguran lisan, itu sudah ada, yang sifatnya tertulis sedang dipersiapkan dan ada pertimbangan lainnya yang kita putuskan secara baik," kata Ridwan Kamil.

6. Penyelenggara Acara Habib Rizieq Terancam Denda Rp 50 Juta

Ridwan Kamil menyampaikan akan ada sanksi denda kepada penyelenggara acara Habib Rizieq di Megamendung. Dia mengatakan kemungkinan bisa dijatuhkan denda maksimal yakni Rp 50 juta.

"Ada denda (seperti DKI Jakarta), itu kan urutannya 3 dalam aturan Jawa Barat. Teguran lisan, teguran tertulis dan denda administratif. Denda administratif itu dari Rp 50 ribu sampai Rp 50 juta. Di peraturan Bupati Kabupaten Bogor. Saya kira bukan tidak mungkin jumlah dendanya yang maksimal," kata Ridwan Kamil.

7. Ridwan Kamil Sebut Warga Spontan Lihat HRS

Ridwan Kamil mengaku menerima laporan kalau kerumunan massa saat acara Habib Rizieq di Megamendung, Bogor adalah spontanitas. Maksudnya, jelas Ridwan Kamil, masyarakat hanya datang untuk melihat sosok Habib Rizieq, setelah itu mereka pulang.

"Jadi saya dilaporin setelahnya, itu didapati laporannya begitu, spontanitas. Ada yang bilang 'Pak, itu sebenarnya mayoritas penduduk. Cuma pengen lihat. Setelah lihat, lewat, balik lagi ke rumah masing-masing'," kata Ridwan Kamil.

"Tapi potensi yang kena fotonya, itu peserta dari seluruh kegiatan acaranya. Jadi spontanitas itu, saya kira faktanya memang begitu," lanjutnya.

Ridwan Kamil mengaku tidak mengetahui situasi secara langsung saat itu seperti apa. Namun, berbekal pengalaman menangani demo bersama polisi, dia meyakini tindakan humanis yang dilakukan aparat saat itu semata-mata untuk menghindari gesekan.

"Saya tidak memahami di lapangan, tapi saya memahami karena sering bersama Kapolda nangani demo omnibus law barengan, demo buruh, ada kalanya pak Gubernur harus temui. Kayak omnibus law saya datang. Kadang-kadang harus represif mobil polisi sampai hancur, yang juga dilakukan. Jadi saya tidak terlalu hafal detailnya, pilihan itu tapi memang itu kan yang diputuskan karena mungkin menghindari gesekan," imbuhnya.

8. Ridwan Kamil Tepis Acara HRS di Bogor Seizin Dirinya

Ridwan Kamil memastikan bahwa dirinya tak pernah memberi izin gelaran acara yang dihadiri Habib Rizieq di Megamendung. Ridwan Kamil menyampaikan, acara itu masuk kategori kegiatan lokal, sehingga izinnya tak sampai level gubernur.

"Saya sampaikan itu tidak betul. Secara prosedur, satu, tidak betul. Secara klaim juga itu saya nyatakan tidak betul. Makannya biar kepolisian saja yang membuktikan. Kalau klaim-klaiman di media, saya kira nanti memperkeruh situasi," tegas Ridwan Kamil.

Soal izin, dia juga menjelaskan bahwa Gubernur hanya akan turut campur atas nama pemerintah provinsi jika acara diselenggarakan di perbatasan yang mengalami miskomunikasi.

"Kan saya bilang, acara lokal itu izinnya nggak ada ke Gubernur. Jadi Gubernur, 'Pak, kalau mau ada acara perbatasan Cianjur-Bogor, maaf ya', atau 'Bogor-Bekasi'. Sehingga nanti dua daerah miskom, nah biasanya kami turun," jelas dia.

Halaman

(knv/eva)