ADVERTISEMENT

Negara Jadi-jadian

Paguyuban di Garut Tambah Daftar Panjang Penipu Harta Karun di Bank Swiss

Danu Damarjati - detikNews
Sabtu, 12 Sep 2020 11:24 WIB
Uang Paguyuban Garut
Uang yang dicetak oleh Paguyuban Tunggal Rahayu di Garut (Foto: dok. Istimewa)

1. Ahmad Zaini di Tasikmalaya, 2008

Mei 2008, sebagaimana diberitakan detikcom, pria di Tasikmalaya bernama Achmad Zaini Suparta mengaku sebagai keturunan Prabu Siliwangi. Dia mengaku punya dana dalam bentuk emas di bank Swiss dan AS. Dia berujar, nilai nominal harta itu 20 kali lipat APBN Indonesia.

Dongeng harta yang didengungkan Achmad Zaini makan korban. Banyak orang tertipu karena uang jaminan pencairan harta ditilap dan dibawa lari komplotan Achmad Zaini.

2. James Lindon Graham di Selandia Baru, 2011

Dilansir Otago Daily Times dalam berita 11 Mei 2011, ada pria bernama James Lindon Graham yang bikin heboh Selandia Baru. Selama dua dekade, Graham berbohong kepada orang-orang bahwa dirinya adalah putra tidak sah dan anak adopsi Presiden Sukarno. Dia juga mengklaim punya kedekatan dengan keluarga kerajaan di Indonesia.

Graham membual kepada orang-orang, dirinya membantu mencairkan harta warisan dalam bentuk lahan hingga emas. Namun, untuk mencairkannya dia butuh pendanaan sementara dengan janji akan mengembalikan uang kepada investor-investornya. Graham dicokok aparat Selandia Baru pada 2009. Total, dia menipu USD 1,6 juta, cuma USD 6.720 saja yang bisa balik ke korban. Usut punya usut, ternyata Graham menderita sakit jiwa.

3. Gustav Jobstmann di Austria, 2012

Koran Austria Kronen Zeitung edisi 17 dan 19 Desember 2012 memuat artikel soal harta Sukarno. Ada seorang mediator bernama Gustav Jobstmann yang mengklaim dapat membantu mendapatkan harta yang tak disebutkan bentuknya itu.

Total hartanya berjumlah USD 180 miliar, tersimpan di sebuah bunker di Union Bank of Switzerland (UBS), Swiss. Dubes RI di Swiss saat itu, Djoko Susilo, menyatakan cerita Jobstmann hanya isapan jempol alias bohong atau hoax.

4. 'Harta Amanah Soekarno' di Jakarta, 2014

Buku 'Harta Amanah Soekarno' karangan Safari ANS diluncurkan di Jakarta pada 2014. Isi bukunya adalah dongeng soal The Green Hilton Memorial Agreement dan harta yang disimpan di Swiss.

Diberitakan detikcom, buku itu diluncurkan dan dibedah di Universitas Paramadina, Jl Jenderal Gatot Subroto, Jakarta Selatan, 7 Mei 2014. Dikisahkan, AS mengakui kekayaan Indonesia dalam bentuk emas 57 ribu ton. Sejarawan Asvi Warman Adam menyatakan cerita ini sebagai hoax.

"Jadi motifnya itu dia memberikan terkait dengan kata-kata bohong bisa mencairkan harta di bank Swiss. Lalu depositonya sekitar 80 ribu euro dan kemudian menjanjikan pekerjaan kepada korban," kata Kepala Bidang Humas Polda Jawa Barat Kombes Erdi A Chaniago saat dihubungi, Kamis (10/9).

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT