Forum Keraton Nusantara Bicara Dongeng Harta di Swiss: Jangan Tergiur!

Danu Damarjati - detikNews
Jumat, 17 Jan 2020 15:00 WIB
Foto ilustrasi: UBS, Bank di Swiss yang jadi klaim tidak benar bahwa bank ini menjadi tempat penyimpanan harta raja-raja Nusantara. (Fabrice Coffrini/AFP)
Jakarta - Keraton Agung Sejagat menjanjikan pencairan harta dari Swiss kepada pengikutnya. Ternyata janji itu bohong belaka. Dongeng tentang harta di Swiss itu sering digunakan para penipu untuk meraup keuntungan dari korbannya. Bila ada lagi orang yang menjanjikan hal serupa, maka jangan percaya.

"Masyarakat harus waspada dan hati-hati, tidak mudah tergiur dan mempercayai berita-berita soal hal tersebut," kata Dewan Pakar Forum Silaturahmi Keraton Nusantara, Anna Mariana, saat dihubungi wartawan, Jumat (17/1/2020).



Dongeng bohong itu mirip-mirip satu sama lain, namun digunakan pihak-pihak yang berlainan. Isinya adalah para raja di Nusantara hingga kekayaan era Presiden Sukarno disimpan di bank di Swiss. Untuk mencairkan harta itu, orang-orang harus menyetor sejumlah uang kepada pihak pemberi janji. Ini adalah modus penipuan.

"Banyak informasi dan surat-surat berharga yang infonya simpang siur, seolah banyak dana para raja-raja Nusantara dahulu dan zaman Presiden Sukarno banyk tersimpan di bank Swiss," kata Anna.



Dongeng ini kadang juga dilengkapi surat-surat berstempel macam-macam supaya calon korban yakin bahwa dongeng harta nasional yang tersimpan di Swiss itu benar adanya. Tercatat, dongeng ini digunakan dalam kasus penipuan Achmad Zaini di Tasikmalaya, Kerajaan Ubur-ubur di Serang Banten, kasus penipuan terkait Ratna Sarumpaet, hingga yang terbaru adalah kasus Keraton Agung Sejagat.

"Banyak berita-berita dan bukti-bukti yang beredar yang mungkin dibuat rekayasa oleh oknum-oknum tertentu untuk tujuan tertentuu, yang berakibat merugikan banyak pihak. Ini juga patut diwaspadai, jangan sampai menimbulkan kerugian bagi masyarakat," kata Anna.
Selanjutnya
Halaman
1 2