Hoax Harta Sukarno di Bank Swiss Juga Dipakai Penipu di Negeri Kiwi

Danu Damarjati - detikNews
Jumat, 31 Jan 2020 12:12 WIB
Pertemuan Presiden Sukarno dengan Kennedy di Amerika Serikat 1961
Foto ilustrasi: Sukarno dan JF Kennedy (Dokumentasi jfklibrary.org)
Jakarta -

Dongeng soal harta Sukarno di Swiss dipakai King of The King dan kelompok lainnya untuk menipu korban. Ternyata penipuan bermodalkan dongeng bohong soal harta Sukarno tak hanya terjadi di Indonesia.

Nama James Lindon Graham sempat ramai di pemberitaan-pemberitaan Selandia Baru pada satu dekade lalu. Pria 67 tahun itulah yang menipu orang-orang di Negeri Kiwi.

Otago Daily Times menerbitkan laporan pada 11 Mei 2011 dengan judul 'Pria Kakanui tipu korbannya lebih dari $1,7 juta'. Empat bulan sesudahnya, media daring Selandia Baru, Stuff, memberitakan '$1,6 juta penipu 'Sukarno' dipenjara', NZ Herald menerbitkan laporan bertajuk 'Penipu bergaya hidup kelas wahid berakhir di bui'.

Aksi Graham tersiar ke publik saat jaksa mengungkap adanya dugaan penipuan yang sudah berjalan selama 20 tahun. Korbannya ada puluhan. Dari aksinya, Graham mendapatkan $1,7 juta.

Dia disidang di Pengadilan Distrik Timaru. Dia menjalankan skema investasi palsu. Graham mengatakan kepada investornya (korban) bahwa dia punya harta USD 50 juta dan USD 100 juta dalam bentuk emas batangan yang tersimpan di bank di Swiss. Dia juga mengklaim punya banyak duit di seluruh dunia.

Selama dua dekade, Graham berbohong kepada orang-orang bahwa dirinya adalah putra tidak sah dan anak adopsi Presiden Sukarno. Dia juga mengklaim punya kedekatan dengan keluarga kerajaan di Indonesia. Graham membual kepada orang-orang, dirinya membantu mencairkan harta warisan dalam bentuk lahan, namun untuk mencairkannya dia butuh pendanaan sementara dengan janji akan mengembalikan uang kepada investor-investornya.

Simak Video "Sukarno hingga Jokowi 'Reuni' dalam Relief di Garut"

selanjutnya Selanjutnya
Halaman
1 2