Round-Up

8 Fakta Gempar Buaya 'Siluman' Dikubur Pisah Kepala-Badan

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 08 Agu 2020 05:37 WIB
Momen buaya siluman dievakuasi dari Sungai Kayubesi di Babel.
Foto: Momen 'buaya siluman' dievakuasi dari Sungai Kayubesi di Babel. (Istimewa)

Warga mengikat kaki buaya dan dibawa menggunakan mobil pikap. Buaya 'siluman' itu akhirnya mati pada Selasa (4/8).

"Hidup hanya 24 jam, dapat hari Senin meninggal Selasa sore," imbuh Junaidi.

Bangkai buaya itu kemudian diangkut menggunakan buldoser sebab lokasi penguburan yang jauh dari lokasi penangkapan. Buaya dikubur di pinggir sungai yang jauh.

"Jadi jarak penguburannya dari lokasi kampung di bawa ke pinggir sungai jauh. Jadi harus pakai alat berat. Karena ukuran 4,8 meter dan beratnya mencapai kisaran 0,5 ton," jelas Junaidi.

6. Bukan Siluman, Ini Alasan Buaya Memangsa Umpan Monyet

Amir Hamidi menuturkan monyet ekor panjang merupakan mangsa alami buaya muara. Monyet ekor panjang dan buaya adalah predatornya.

"Dari sisi sains, buaya itu predator. Monyet ekor panjang itu hidupnya di pinggir sungai dan menjadi salah satu mangsa alami buaya," terang Amir.

Amir menerangkan buaya muara memang mampu tumbuh besar hingga 4,8 meter. Semakin besar ukurannya, maka sifat reptil ini akan semakin menjaga teritorinya. Semua makhluk yang mendekat ke tempat hidupnya berpotensi dimangsa.

"Ketika buaya semakin besar maka dia akan bersikap teritorial, semua akan dia anggap sebagai mangsa, apalagi saat musim kawin maka dia menjadi lebih agresif," kata Amir.

Momen 'buaya siluman' dievakuasi dari Sungai Kayubesi di Babel.Momen 'buaya siluman' dievakuasi dari Sungai Kayubesi di Babel. Foto: Momen 'buaya siluman' dievakuasi dari Sungai Kayubesi di Babel. (Istimewa)

Selanjutnya
Halaman
1 2 3 4 5