Round-Up

Sanksi Anies untuk Pelanggar PSBB Jakarta

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 12 Mei 2020 08:07 WIB
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menghadiri penandatanganan kontrak untuk melanjutkan pembangunan proyek jalur MRT dari Bundaran HI menuju Harmoni.
Foto: Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (Rengga Sancaya/detikcom)
Jakarta -

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengeluarkan aturan tentang pengenaan sanksi terhadap pelanggar PSBB selama pandemi virus Corona. Aturan itu tertuang dalam Pergub DKI Jakarta Nomor 41 Tahun 2020 tentang Pengenaan Sanksi terhadap Pelanggaran Pelaksanaan PSBB dalam Penanganan Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) di Provinsi DKI Jakarta. Pergub ini ditetapkan pada 30 April lalu.

Di dalam Pergub Nomor 41 Tahun 2020 diatur sanksi pelanggaran bagi warga Jakarta selama PSBB, mulai dari larangan berkumpul hingga pengendara kendaraan pribadi. Sanksi yang diterapkan pun bermacam-macam, dari sanksi teguran, denda, hingga derek.

Berikut sanksi untuk pelanggar PSBB Jakarta:

1. Warga Keluar Tak Bermasker Didenda Rp 250 Ribu

Warga yang keluar tak menggunakan masker akan dikenakan sanksi. Bentuk sanksi mulai dari teguran hingga denda Rp 250 ribu.

"Setiap orang yang tidak melaksanakan kewajiban menggunakan masker di luar rumah pada tempat umum atau fasilitas umum selama pemberlakuan pelaksanaan PSBB dikenakan sanksi," demikian bunyi pasal 4 Pergub DKI Jakarta No 41 Tahun 2020 seperti yang dilihat detikcom, Senin (11/5/2020).

Berikut sanksi bagi warga keluar tak bermasker:

a. administratif teguran tertulis,

b. kerja sosial berupa membersihkan sarana fasilitas umum dengan mengenakan rompi; atau

c. denda administratif paling sedikit Rp100.000,00 (seratus ribu) dan paling banyak Rp250.000,00 (dua ratus lima puluh ribu rupiah).