Round-Up

9 Fakta Terbaru Perampokan Sadis yang Tewaskan Satpam Gudang di Solo

Ari Purnomo - detikNews
Selasa, 23 Nov 2021 08:39 WIB
Sebuah gudang rokok di Solo, Jawa Tengah, menjadi sasaran perampokan. Seorang satpam bernama Suripto (35) ditemukan tewas serta duit ratusan juta rupiah hilang.
Lokasi perampokan gudang rokok di Solo. (Foto: Ari Purnomo/detikcom)
Solo -

Polresta Solo membekuk terduga pelaku pembunuhan dan perampokan gudang rokok di Solo, Senin (15/11) lalu. Tersangka berinisial RS MM alias S (21) ditangkap di rumahnya di kampung Tekil, Sembukan, Sidoharjo, Wonogiri, Jumat (19/11)

Berikut ini sejumlah fakta terbaru terkait kasus tersebut:

1. Pelaku ditangkap 4 hari setelah kejadian

Peristiwa itu terjadi di sebuah gudang yang terletak di Jalan Brigjend Sudiarto No 202, Solo. Setelah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan meminta keterangan dari sejumlah saksi, polisi menangkap pelaku pada empat hari setelah kejadian.

"Pelaku ditangkap empat hari setelah beraksi yakni Jumat (19/11) pukul 11.00 WIB di rumahnya di kampung Tekil, Sembukan, Sidoharjo, Wonogiri," ujar Kapolresta Solo Kombes Ade Safri Simanjuntak saat jumpa pers di kantornya, Senin (22/11).

2. Pelaku Mengaku Beraksi Sendirian

Berdasarkan keterangan sementara dari tersangka, dirinya beraksi seorang diri. S mengaku datang menggunakan sepeda motor seorang diri ke gudang rokok yang berlokasi di Jalan Brigjend Sudiarto No 202 itu.

Kemudian, S masuk ke gudang melalui pagar samping. Aksi pelaku sempat diketahui satpam gudang Suripto hingga akhirnya terjadi perkelahian.

Nahas, Suripto akhirnya tewas setelah dipukul menggunakan peralatan yang sudah disiapkan oleh pelaku.

"Dari keterangan pelaku hanya sendirian, tapi kami lakukan pengembangan mengungkap adanya pelaku lain," tutur Ade.

3. Pelaku Mantan Karyawan Gudang

Pelaku perampokan ternyata merupakan mantan karyawan gudang. S diketahui sudah dipecat oleh perusahaan karena sikap indisiplinernya.

Sikap indisipliner S adalah sering tidak masuk piket pengamanan dan meminta korban untuk menggantikannya.

"Indisipliner sering tidak masuk pengamanan, selalu menyuruh korban untuk piket. Lalu dilaporkan manajemen berakibat sanksi indisipliner dan berbuntut dikeluarkan dari perusahaan," ucap Ade.

Simak juga video 'Perampok Gudang Rokok Solo Tega Bunuh Satpam Gegara Dendam':

[Gambas:Video 20detik]



Simak selengkapnya di halaman berikutnya...