Kronologi 4 Orang Tewas Diracun Sianida Dukun di Magelang

Eko Susanto - detikNews
Senin, 22 Nov 2021 20:14 WIB
Polres Magelang jumpa pers kasus pembunuhan dengan korban pedagang sayur, Jumat (19/11/2021).
Tersangka dukun IS saat jumpa pers kasus pembunuhan, di Polres Magelang, Jumat (19/11/2021). Foto: Eko Susanto/detikcom
Magelang -

Empat orang tewas diracun sianida seorang dukun pria di Kabupaten Magelang, berinisial IS (57). Berikut ini kronologi kasus yang diungkap Polres Magelang, Jawa Tengah, itu.

- Kamis (14/5/2020)
Pukul 20.00 WIB

Terungkap korban pertama IS ternyata pria berinisial M (52), warga Kecamatan Kajoran, Kabupaten Magelang. Korban M merupakan tetangga dusun tersangka.

"Ya perkembangan terbaru bahwasannya ada fakta baru yakni dari tersangka menjelaskan melakukan perbuatan ini sebanyak tiga kali. Yang mana korban pertama, saudara M (52)," kata Kapolres Magelang AKBP Mochammad Sajarod Zakun kepada wartawan, Senin (22/11/2021).

Awalnya, korban mendatangi rumah tersangka dengan membawa uang Rp 3 juta. Korban saat itu minta didoakan agar hartanya tidak habis.

Tersangka kemudian memberi air yang ternyata dicampur potas. Diduga dalam perjalanan pulang dari rumah tersangka, korban minum air dalam bungkusan plastik itu dan akhirnya ditemukan meninggal di pinggir jalan.

"Yang mana uang yang dibawa oleh korban itu sejumlah Rp 3 juta dan oleh tersangka diberikan air yang mana diambilkan dari dalam rumah dimasukkan dalam plastik. Oleh tersangka dicampur potasium yang mengandung sianida," jelasnya.

- Jumat (4/12/2020)
Pukul 20.00 WIB

Korban kedua yakni S (63) warga Sleman. Ketika itu korban mendatangi rumah tersangka dan menyampaikan bahwa kebun pisangnya sering kecurian dan minta didoakan. Namun saat itu tersangka juga mengutarakan jika memiliki utang di bank Rp 25 juta dan baru memiliki Rp 15 juta untuk melunasinya. Tersangka lantas berniat meminjam uang korban Rp 10 juta.

"Sekitar tanggal 2 Desember 2020, korban datang sendiri ke rumah tersangka karena tidak boleh ditemani. Ketika itu, korban membawa uang Rp 10 juta untuk dipinjam," kata Kasat Reskrim Polres Magelang AKP M Alfan, Sabtu (20/11).

Hari berikutnya, korban kembali mendatangi rumah tersangka di Kajoran untuk mengambil syarat agar kebun pisangnya tidak dicuri. Korban kemudian ditemani cucunya menuju kebun pisang.

"Tanggal 4 Desember, sekitar jam 8 malam, korban ke kebun pisang mau memasang syarat. Yang sebelumnya telah diperintahkan tidak boleh dilihat orang," kata Alfan.

"Sampai jam 11 malam, korban tidak keluar, kemudian cucunya masuk ngecek korban sudah tergeletak," tutur Alfan.

Menurutnya, berdasarkan keterangan keluarga korban saat itu di sekitar mayatnya ditemukan plastik berisi cairan.

"Informasi dari pihak keluarga saat itu juga di samping korban ada plastik berisi cairan. Sama seperti kejadian pada 10 November 2021," ujar Alfan.

Selengkapnya di halaman selanjutnya...