Round-Up

Kala Driver Gojek di Solo Geruduk Kantor Gibran, Sambat Tarif Turun

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 23 Nov 2021 07:02 WIB
Massa driver Gojek datangi kantor Balai Kota Solo, Sennin (22/11/2021).
Massa driver Gojek datangi kantor Balai Kota Solo, Sennin (22/11/2021). (Foto: Bayu Ardi Isnanto/detikcom)
Yogyakarta -

Massa dari driver ojek online (ojol) Gojek menggelar aksi demonstrasi di Balai Kota Solo, Jawa Tengah, kemarin siang. Mereka ingin menyampaikan aspirasi kepada Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka, terkait besaran tarif yang diturunkan sepihak sehingga dikeluhkan merugikan para driver.

Para pengendara ojek online itu datang dengan berseragam hijau bertuliskan Gojek sejak sekitar pukul 11.00 WIB siang kemarin. Mereka berhenti dan memarkirkan sepeda motor di Jalan Jenderal Sudirman sisi utara balai kota.

Namun sebelum mereka datang, aparat kepolisian sudah berjaga di halaman Balai Kota Solo. Polisi pun mencegah aksi demonstrasi berlangsung.

Meski demikian, polisi mempersilakan beberapa perwakilan pengemudi Gojek untuk masuk ke balai kota. Mereka menyerahkan surat kepada perwakilan Pemkot Solo dan kemudian dijadwalkan untuk melakukan audiensi dengan Gibran dalam waktu dekat.

Sementara itu, para pengemudi yang berada di luar balai kota bersedia membubarkan diri dengan tertib.

Koordinator Gojek Kota Solo, Josafat Satrio, mengatakan para driver mengeluhkan adanya penurunan tarif dari Rp 8.000 menjadi Rp 6.400. Dia menyebut penurunan tarif itu melanggar Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub).

"Sebelumnya tarif di harga Rp 8.000, tapi diturunkan jadi 6.400. Ini jelas melanggar Permenhub yang menyebut bahwa tarif harus berada di kisaran Rp 7.000 sampai Rp 10.000," kata Yosafat di Balai Kota Solo, Senin (22/11).

Menurutnya, penurunan tarif sepihak sudah sering dilakukan, namun kali ini yang paling besar. Dia menegaskan bahwa driver ingin tarif kembali berada di harga Rp 8.000.

"Sebelumnya sudah sering seperti ini, tapi kali ini paling rendah. Kita pelajari ternyata melanggar Permenhub. Tuntutan kami jelas ingin tarif dikembalikan ke harga Rp 8.000," tegasnya.

Ditemui dalam waktu terpisah, Gibran Rakabuming Raka mengatakan akan memfasilitasi para driver untuk beraudiensi segera. Dia menegaskan bahwa pemkot dalam hal ini hanya sebagai fasilitator.

"Saya koordinasikan dengan pimpinan Gojek di Jakarta. Ini internal, tapi pengemudi Gojek di Solo itu cukup banyak dan selama pandemi mereka berperan aktif juga, makanya harus diperhatikan," katanya.

Simak video 'Driver Gojek di Solo Geruduk Kantor Gibran':

[Gambas:Video 20detik]



(sip/sip)