Data Klaster Corona yang Kembali Bermunculan di Jateng

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Senin, 10 Mei 2021 16:13 WIB
Data kasus virus Corona di Jateng, Senin (10/5/2021).
Data kasus virus Corona di Jateng, Senin (10/5/2021). Foto: dok. Pemprov Jateng
Semarang -

Sejumlah klaster virus Corona atau COVID-19 kembali bermunculan di Jawa Tengah pekan lalu. Klaster-klaster tersebut tersebar di sejumlah kabupaten.

Dari catatan detikcom, klaster Corona di Jateng yang muncul pekan lalu atau pekan pertama bulan Mei 2021 antara lain:

1. Kabupaten Pati
Sebanyak 56 jemaah salat tarawih di Masjid Al Istiqomah Perum RSS Sidokerto, Kecamatan Pati kota, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, terkonfirmasi positif virus Corona atau COVID-19. Hingga akhirnya wilayah kampung tempat masjid itu berada kini lockdown sementara.

"Ini ada di masjid Sidokerto Berkaitan dengan tarawih. Karena ada satu orang yang positif, kebetulan dia yang mengimami di sana, karena masjidnya ber-AC, lalu menularkan kepada jemaah," kata Bupati Pati Haryanto kepada wartawan, Sabtu (8/5/2021).

"Jadi kemarin ada 21, kemudian ada penambahan 26, dan ada lagi sebanyak 9, total 56," lanjut dia.

2. Kabupaten Sukoharjo
Seorang imam di Masjid At-Taqwa, Desa Banmati, Kecamatan Sukoharjo, Kabupaten Sukoharjo, dinyatakan terpapar virus Corona atau COVID-19 pada Sabtu (1/5). Kemudian hasil pelacakan kepada jemaah, sementara terdapat dua orang yang dinyatakan positif COVID-19 rapid test antigen.

"Setelah itu kami melakukan tracing dan mendapatkan 50 orang yang pernah berkontak dengan pasien. Mereka kemudian harus melakukan isolasi mandiri," kata Ketua Satgas COVID-19 Kecamatan Sukoharjo, Havid Danang, saat dihubungi detikcom, Selasa (4/5/2021).

"Dua orang ini akan kita swab PCR dahulu. Selain itu, kemarin kita juga melacak tambahan 19 orang kontak, tapi hasilnya belum keluar," imbuhnya.

3. Kabupaten Klaten
Dua klaster keluarga penyebaran virus Corona atau COVID-19 muncul di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Satu klaster di antaranya yakni keluarga sopir bus antarkota antarprovinsi (AKAP) di Kecamatan Juwiring.

Ketua Satgas Percepatan Pengendalian COVID-19 Kecamatan Juwiring, Herlambang Joko Santoso menjelaskan menjelaskan awalnya sopir bus tersebut mengalami gejala lalu setelah di-swab hasilnya positif Corona. Kemudian hasil tracing dari sopir tersebut, ada 10 orang yang dites swab.

"Sembilan hari lalu di-swab 10 orang tadi dan kemarin hasilnya keluar, delapan orang keluarga yang positif. Saat ini si sopir malah sudah sembuh," kata Herlambang kepada detikcom, Kamis (6/5/2021).

Klaster keluarga lainnya muncul di Kecamatan Jogonalan. Lima orang sekeluarga positif COVID pada klaster tersebut. Hal itu diketahui setelah salah satu warga bergejala kemudian dilakukan tracing.

"Sesuai laporan Kades Gondangan, ada penambahan lima orang. Awalnya Ibu E pada 23 April batuk pilek dan hari Senin tanggal 26 disarankan gugus desa untuk ke Puskesmas di-swab antigen positif," jelas Camat Jogonalan, Sutopo, kepada detikcom.

Selengkapnya di halaman selanjutnya...

Tonton juga Video: Klaster Tarawih di Banyuwangi Bertambah, 53 Orang Positif Covid-19

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2 3