Klaster Tarawih di Sragen, 12 Warga Positif Corona

Andika Tarmy - detikNews
Kamis, 06 Mei 2021 04:00 WIB
Petugas melakukan tracing di Desa Sambirejo, Kecamatan Sambirejo, Sragen, Rabu (5/5/2021).
Petugas melakukan tracing di Desa Sambirejo, Kecamatan Sambirejo, Sragen, Rabu (5/5/2021). Foto: Andika Tarmy/detikcom
Sragen -

Kasus positif virus Corona atau COVID-19 yang bersumber dari klaster tarawih muncul di Desa Sambirejo, Kecamatan Sambirejo, Sragen. Klaster ini berawal dari seorang imam masjid yang terkonfirmasi positif Corona usai mengalami gejala.

Belakangan diketahui yang bersangkutan sempat memimpin salat tarawih di masjid di lingkungan rumahnya. Hasil tracing sementara Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Sragen menyebutkan, terdapat 12 orang yang dinyatakan positif Corona.

"Yang bersangkutan mengalami gejala dan masuk rumah sakit hari Minggu (2/5) kemarin, hasil swab PCR-nya positif COVID. Yang bersangkutan ternyata sebelumnya sempat menjadi imam salat tarawih," ujar Camat Sambirejo, Didik Purwanto, saat dihubungi detikcom, Rabu (5/5/2021).

Didik menyebut, hasil tracing menyebutkan kedua anak imam masjid tersebut juga positif terpapar Corona. Padahal, salah satunya merupakan guru di taman pendidikan Al-Qur'an (TPA) di desanya.

"Keduanya kita lakukan tracing, baik yang jemaah tarawih yang sempat kontak erat, maupun anak-anak TPA," terangnya.

Dihubungi secara terpisah, Kepala DKK Sragen, Hargiyanto, membenarkan kasus positif COVID-19 di Desa Sambirejo ini. Pihaknya mengaku sudah melakukan tracing dan serangkaian tes swab kepada warga sekitar.

"Hasil swab menyatakan kedua anak imam masjid tersebut positif. Lalu kita tracing kontak erat jemaah tarawih, ada 12 orang yang kontak erat, kemudian kita tes swab antigen, hasilnya 11 orang reaktif," jelas Hargiyanto.

"11 orang ini kita lanjutkan dengan tes swab PCR, hasilnya baru keluar malam ini, ada sembilan yang positif Corona. Sehingga dari klaster ini total warga yang positif 12 orang," imbuhnya.

Hargiyanto menyebut, dari 12 orang yang sudah terkonfirmasi terpapar Corona ini, dua di antaranya menjalani perawatan di rumah sakit. Sementara sisanya direncanakan menjalani karantina terpusat di gedung Technopark Sragen.

"Dua dirawat di rumah sakit karena bergejala, sisanya masih di rumah karena hasil swab PCR-nya baru keluar malam ini. Kemungkinan akan kita karantina di Technopark," terangnya.

Hari ini, lanjut Hargiyanto, petugas juga telah melakukan tracing lanjutan baik kepada jemaah tarawih maupun warga sekitar. Hasilnya ada 24 orang yang dinyatakan kontak erat.

"Hari ini tadi 24 warga kita tes swab antigen, hasilnya enam orang reaktif. Enam orang ini langsung kita lakukan swab PCR, kemungkinan besok hasilnya baru ketahuan," urainya.

Terkait anak-anak TPA, Hargiyanto menyebut pihaknya juga telah melakukan tracing. Direncanakan anak-anak TPA ini akan menjalani swab antigen Kamis (6/5) besok.

"Anak-anak TPA akan kita swab antigen besok. Untuk jumlahnya saat ini belum bisa kami sebutkan," pungkasnya.

(rih/mbr)