Keluarga Sopir Bus AKAP Ini Jadi Klaster Baru Corona di Klaten

Achmad Syauqi - detikNews
Kamis, 06 Mei 2021 14:46 WIB
COVID-19 Health insurance concept. Blurring of hand holding pen and Stethoscope on health form. Focus on
Ilustrasi pandemi Corona. (Foto: Getty Images/iStockphoto/farosofa)
Klaten -

Dua klaster baru penyebaran virus Corona atau COVID-19 muncul di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Satu klaster di antaranya yakni keluarga sopir bus antarkota antarprovinsi (AKAP) di Kecamatan Juwiring.

"Kecamatan Juwiring total kemarin ada penambahan 11 kasus baru. Sebagian di antaranya itu klaster keluarga sopir bus yang bekerja di Kabupaten Pati," jelas Ketua Satgas Percepatan Pengendalian COVID-19 Kecamatan Juwiring, Herlambang Joko Santoso, pada detikcom, Kamis (6/5/2021).

Herlambang yang juga Camat Juwiring ini menjelaskan awalnya sopir bus tersebut mengalami gejala lalu setelah di-swab hasilnya positif Corona. Kemudian hasil tracing dari sopir tersebut, ada 10 orang yang dites swab.

"Sembilan hari lalu di-swab 10 orang tadi dan kemarin hasilnya keluar, delapan orang keluarga yang positif. Saat ini si sopir malah sudah sembuh," lanjut Herlambang.

Delapan orang itu saat ini tengah menjalani isolasi mandiri. Diperkirakan keluarga tersebut sudah selesai menjalani isolasi pada pekan depan.

"Sopir tersebut mobilitas tinggi dan sudah menjalani perawatan di Solo, sekarang sudah sembuh," jelasnya.

Selain di Kecamatan Juwiring, klaster keluarga juga muncul di Kecamatan Jogonalan. Lima orang sekeluarga positif COVID pada klaster tersebut.

"Sesuai laporan Kades Gondangan, ada penambahan lima orang. Awalnya Ibu E pada 23 April batuk pilek dan hari Senin tanggal 26 disarankan gugus desa untuk ke Puskesmas di-swab antigen positif," jelas Camat Jogonalan, Sutopo, kepada detikcom, hari ini.

Setelah itu petugas melaksanakan tracing pada empat anggota keluarga E pada 27 April dan hasilnya keluar pada 4 Mei.

"Jadi semua di-swab. Pada tanggal 4 Mei malam hasil swab keluar dan dinyatakan sekeluarga positif semua. Terkait dengan penularan dari mana tidak diketahui karena yang mobilitasnya tinggi," ujar Sutopo.

Sutopo menyebut keluarga itu sudah menjalani isolasi mandiri. Satgas terus memantau sebab selain lima orang sekeluarga itu ada enam kasus baru lainnya di kecamatan tersebut.

"Yang positif sekeluarga itu ayah, ibu dan tiga anaknya. Sisanya akumulasi dari desa lain total ada 11 kasus baru," pungkasnya.

Lihat Video: Pusat Perbelanjaan Penuh, Satgas Khawatir Muncul Klaster COVID-19 Baru

[Gambas:Video 20detik]



(sip/rih)