Muhammadiyah Serukan Takbiran-Salat Id di Rumah, Ini Ketentuannya

Heri Susanto - detikNews
Senin, 10 Mei 2021 11:53 WIB
logo muhammadiyah
Muhammadiyah. (Foto: istimewa)
Yogyakarta -

Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah telah menetapkan Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1442 Hijiriah jatuh pada jatuh pada Kamis (13/5) mendatang. Muhammadiyah menyerukan umat Islam menyambut Idul Fitri 2021 dengan menggelar takbiran dan salat Id di rumah saja untuk kawasan tertentu.

Untuk pelaksanaan ibadah takbir dan salat Idul Fitri, Muhammadiyah mengeluarkan maklumat pelaksanaan di rumah. Hal tersebut sebagai pertimbangan jika di lingkungan masih terdapat paparan warga yang positif COVID-19.

"Takbir Idul Fitri tahun ini dianjurkan agar dilaksanakan di rumah masing-masing khusus dan melibatkan anggota keluarga. Tidak dianjurkan takbir keliling," ujar Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Agung Danarto, saat jumpa pers di Kantor PP Muhammadiyah Jalan Cik Di Tiro, Yogyakarta, Senin (10/5/2021).

Selain takbiran, Muhammadiyah juga menganjurkan pelaksanaan salat Idul Fitri berlangsung di rumah. Terutama bagi lingkungan yang terdapat sebaran COVID-19.

"Kalau masih warga yang positif atau tidak aman di lingkungannya, pelaksanaan salat Idul Fitri dapat dilaksanakan di rumah," kata Agung.

Sedangkan untuk lingkungan yang aman tidak ada warga yang positif COVID-19, Agung mengimbau pelaksanaan takbir cukup di masjid atau musala. Sedangkan untuk salat Idul Fitri dilaksanakan di lapangan terbuka yang lebih kecil.

"Salat Idul Fitri, Muhammadiyah biasanya dilaksanakan di lapangan terbuka yang besar, pada pandemi COVID-19, untuk dilaksanakan di tempat terbuka lapangan yang lebih kecil," jelasnya.

Selama pelaksanaan takbir dan salat Idul Fitri tersebut, diminta untuk dipastikan menerapkan protokol kesehatan (prokes) dengan ketat. Terutama soal kerumunan, menjaga jarak lebih jauh atau mengisi lebih kecil dari kapasitas 50 persen lebih baik atau efektif.

"Tentunya dengan tempat yang terbuka dan mengisi lebih kecil dari 50 persen kapasitas sangat baik dalam menjaga jarak. Atau tidak menimbulkan kerumunan," jelas Agung.

Sebelumnya, Wakil Ketua Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah, Oman Fathurahman menjelaskan untuk hisab 1 Syawal 1442 Hijriah sudah memenuhi tiga syarat.

"Yaitu ijtimak (konjungsi) mendahului atau bersamaan dengan matahari, bulan sudah di atas ufuk, dan hilal (pergantian bulan) sudah ada," kata Oman.

(mbr/sip)