Jabar Hari Ini: Viral PNS Tinju Honorer Cianjur-'Lingkaran Setan' Disetop

Tim detikcom - detikNews
Senin, 24 Jan 2022 21:45 WIB
Hujan disertai angin kencang terjadi di Kabupaten Bogor hingga dahan-dahan pohon di sekitar tumbang mengenai salah satu mobil dan kabel listrik. Begini kondisi terkini di lokasi (Rizky AM/detikcom)
Foto: Hujan disertai angin kencang terjadi di Kabupaten Bogor hingga dahan-dahan pohon di sekitar tumbang mengenai salah satu mobil dan kabel listrik. Begini kondisi terkini di lokasi (Rizky AM/detikcom)
Bandung -

Beragam peristiwa terjadi di Jawa Barat hari ini, Senin 24 Januari 2022 dari mulai petani di Karawang dibunuh hingga viral PNS tinju honorer di Kabupaten Cianjur. Berikut rangkumannya :

Petani Karawang Tewas di Tangan Istri-Selingkuhan

Pembunuh petani di Desa Tambaksumur, Tirtajaya, Kabupaten Karawang ternyata didalangi oleh istri korban dan selingkuhannya.

Seperti diketahui, petani dan pengumpul beras bernama Muhammad Ota bin Nina (52) ditemukan tewas di dalam kamarnya dengan luka hantaman benda tumpul di wajah.

"Kejadian terjadi di Desa Tambaksumur, Kecamatan Tirtajaya, Karawang, dua pelaku yang ditangkap belum 24 jam itu inisial N (39) yang juga istri korban dan inisial AN (33) selingkuhannya," ujar Kapolres Karawang AKBP Aldi Subartono di Mapolres Karawang hari ini.

Dari hasil pemeriksaan, N dan AN telah menjalin hubungan gelap selama kurang lebih satu tahun. Rencana pembunuhan pun muncul setelah timbul kekesalan AN terhadap korban.

"Adapun kedua pelaku N dan AN dari hasil penyelidikan memiliki hubungan. Selama 1 tahun berhubungan, kemudian dipicu kekesalan AN terhadap korban terkait rumah tangga di situlah tersangka N dan AN merancanakan pembunuhan dan sudah 2 kali," ucapnya.

Lalu N dan AN pun bersepakat untuk membunuh Muhammad Ota...Baca Selengkapnya, Klik di Sini...

Korban-Pelaku Damai, Polisi Hentikan Kasus 'Lingkaran Setan' Ciamis

Polisi memutuskan memilih menyelesaikan masalah 'Lingkaran Setan' Ciamis di luar peradilan. Hal tersebut menyusul keluarga korban dan pelaku atau terlapor bersepakat damai.

Pihak SMA Negeri 1 Ciamis mengundang keluarga korban dan orang tua siswa terkait dalam kasus tersebut untuk melakukan mediasi. Acara ini dihadiri oleh Polres Ciamis, pengurus pramuka, dan sejumlah pihak lainnya di GOR SMAN 1 Ciamis hari ini.

Dalam pertemuan itu, semua pihak terdiri siswa dan orang tua menyatakan islah serta memaafkan. Pihak korban dan terlapor saling bersalaman dan berpelukan. Setelah itu, dilanjutkan penandatanganan kesepakatan.

Kapolres Ciamis AKBP Wahyu Broto Narsono Adhi mengatakan ada pertemuan orang tua di sekolah untuk mediasi menentukan arah penanganan kasus 'Lingkaran Setan'. Namun pada proses penyelidikan hingga penyidikan tersangkanya ialah anak atau usia bawah umur.

"Dalam peraturan pun ada instrumen untuk itu. Kami melaksanakan penyelidikan dan ternyata ada unsur pidananya. Ada instrumen dalam perundang-undangan, polisi wajib memberikan fasilitas mediasi," ujar Wahyu.

Baca Selengkapnya tentang Kasus 'Lingkaran Setan' di Ciamis, Klik di Sini...

Angin Kencang Tumbangkan Pohon dan Timpa Banyak Kendaraan di Bogor

Hujan deras disertai angin kencang yang melanda Kota Bogor tidak hanya mengakibatkan bilboard roboh dan menimpa puluhan motor di Jalan Sholeh Iskandar, Kota Bogor.

Angin kencang juga mengakibatkan sejumlah pohon tumbang di beberapa titik dan menimpa pengendara mobil dan motor.

Pohon tumbang terjadi di dua titik di sepanjang Jalan Dadali. Sebanyak dua unit mobil dan dua unit motor yang tengah melintas tertimpa pohon yang tumbang. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, namun kendaraan yang tertimpa mengalami kerusakan.

Visya, siswi SMK di Kota Bogor yang saat itu tengah berada di dalam mobil bersama ibu dan ayahnya bercerita, pohon kenari yang menimpa mobilnya itu terjadi sekitar pukul 14.00 WIB. Saat kejadian, ia dan orangtuanya hendak pulang ke rumah usai dari sekolah.

"Kejadian tadi pas hujan gede itu, pas angin juga kencang kan. Saya mau pulang, tadi dari sekolah ikut ke pasar dulu sama bapak, sama ibu. Nah pas disini tadi tuh jalan gelap banget karena hujan, anginnya juga kencang banget. Terus tiba-tiba itu pohon roboh nimpa mobil kita. Itu mobil sampai pecah kaca depannya," kata Visya, ditemui detikcom hari ini.

Visya pun menceritakan mengenai detik-detik ia menyelamatkan diri dari pepohonan yang roboh. Baca Selengkapnya Klik di Sini...

Viral Video PNS Tinju Honorer di Kantor DLH Cianjur

Aksi pemukulan yang dilakukan pegawai negeri sipil (PNS) kepada seorang tenaga honorer di Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Cianjur viral di media sosial. Peristiwa pemukulan itu diduga dilakukan di dalam kantor dinas.

Video berdurasi 16 detik itu tersebar di media sosial Facebook dan Instagram. Dalam video itu terlihat seorang pria bertubuh besar memakai jaket dan celana biru berdiri bersama seorang pria kurus berpakaian merah.

Setelah terjadi percakapan beberapa saat, pria berjaket itu yang merupakan PNS itu menendang dan meninju pria berbaju merah yang ternyata tenaga honorer. Aksi itu dilerai sejumlah pria yang berada dekat dengan keduanya.

Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Limbah Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Cianjur Neneng Rostiantie membenarkan adanya aksi pemukulan yang viral tersebut.

"Untuk pastinya saya kurang tahu persis, tapi kemungkinan terjadi pada Rabu (19/1) lalu. Saya juga tahu beberapa hari setelahnya, katanya viral di media sosial. Ada pemukulan yang dilakukan PNS pada tenaga honorer di Dinas Lingkungan Hidup. Setelah saya cek, ternyata memang benar," tutur Neneng saat ditemui di kantor DLH Cianjur, Jalan Raya Cibeber, hari ini.

Pelaku pemukulan yakni seorang staf di bagian kesekretariatan DLH, sedangkan korban merupakan tenaga honorer di bidang sampah dan limbah. "Iya keduanya merupakan pegawai DLH, yang memukul itu PNS dan yang dipukul itu tenaga honorer," ucapnya.

Apa penyebab terjadinya pemukulan tersebut ? Klik di Sini...

Bunuh-Rampok Istri Sendiri, Pria di Garut Terancam 15 Tahun Bui

Yusup Adi (41) kini harus mempertanggungjawabkan perbuatannya. Dia dibui polisi lantaran membunuh dan merampok istrinya sendiri Deti Suminarsih (38).

Kejadian itu terjadi akhir tahun 2020 lalu, tepatnya 20 Desember. Saat itu, warga di Kecamatan Cikelet, Garut digegerkan dengan penemuan mayat Deti yang mengenaskan di dalam kios jamu miliknya.

Saat itu, polisi yang melakukan identifikasi menyimpulkan Deti tewas dibunuh. Tak hanya itu, polisi juga menduga ada tindakan perampokan yang mengiringi tewasnya Deti.

Dari hasil penyelidikan, aksi pembunuhan itu diduga kuat dilakukan orang dekat Deti, yang tak lain adalah Yusup, sang suami.

Polisi kemudian melakukan perburuan terhadap Yusup yang saat itu melarikan diri. "Dalam pelariannya tersangka sempat ke beberapa daerah. Pekalongan, Karawang, hingga terakhir ke Muara Angke," ujar Kapolres AKBP Wirdhanto Hadicaksono hari ini.

Wirdhanto mengatakan Yusup ditangkap Tim Sancang, 20 Januari kemarin di kawasan Muara Angke, Jakarta Utara. Saat ditangkap, dia tak melawan dan langsung mengakui perbuatannya.

Mengapa Yusup tega membunuh istrinya sendiri ? Baca Selengkapnya Klik di Sini...
(yum/bbn)