Dihantam Penumbuk Padi, Petani Karawang Tewas di Tangan Istri-Selingkuhan

Yuda Febrian Silitonga - detikNews
Senin, 24 Jan 2022 17:32 WIB
Polisi memperlihatkan penumbuk padi yang digunakan AN untuk membunuh suami selingkuhannya
olisi memperlihatkan penumbuk padi yang digunakan AN untuk membunuh suami selingkuhannya (Foto: Yuda Febrian Silitonga/detikcomP)
Karawang -

Pembunuh petani di Desa Tambaksumur, Tirtajaya, Kabupaten Karawang ternyata didalangi oleh istri korban dan selingkuhannya. Seperti diketahui, petani dan pengumpul beras bernama Muhammad Ota bin Nina (52) ditemukan tewas di dalam kamarnya dengan luka hantaman benda tumpul di wajah.

"Kejadian terjadi di Desa Tambaksumur, Kecamatan Tirtajaya, Karawang, dua pelaku yang ditangkap belum 24 jam itu inisial N (39) yang juga istri korban dan inisial AN (33) selingkuhannya," ujar Kapolres Karawang AKBP Aldi Subartono di Mapolres Karawang, Senin (24/1/2022).

Dari hasil pemeriksaan, N dan AN telah menjalin hubungan gelap selama kurang lebih satu tahun. Rencana pembunuhan pun muncul setelah timbul kekesalan AN terhadap korban.

"Adapun kedua pelaku N dan AN dari hasil penyelidikan memiliki hubungan. Selama 1 tahun berhubungan, kemudian dipicu kekesalan AN terhadap korban terkait rumah tangga di situlah tersangka N dan AN merancanakan pembunuhan dan sudah 2 kali," ucapnya.

Sampai akhirnya, disepakati untuk membunuh korban pada Jumat (21/1/2022). N bertugas untuk memastikan bahwa suaminya ada di dalam rumah, dan memberikan sinyal kepada AN memberikan kode jika ia telah bersiap untuk masuk ke dalam rumah lewat ketukan.

"Dan meminta N untuk membuka jendela kamar korban. Setelah masuk ke kamar korban, kondisi korban pada saat itu sedang tertidur langsung dihantam oleh AN dengan kayu penumpuk padi di bagian leher, kepala dan dada sebanyak 6 kali," ucapnya.

Seperti diketahui, jasad korban pertama kali ditemukan oleh istrinya, N. Ia berteriak dan memberitahukan kepada saksi terkait kondisi suaminya yang sudah terkapar. Kurang dari 24 jam polisi akhirnya bisa membongkar sandiwara tersebut.

"Dari hasil pemeriksaan N, pihak kepolisian menemukan kejanggalan dari cerita yang disampaikan terhadap olah TKP, dari situlah belum 24 jam kami bisa akhirnya menetapkan istri dan selingkuhannya menjadi tersangka," katanya.

(yum/bbn)