Bunuh-Rampok Istri Sendiri, Pria di Garut Terancam 15 Tahun Bui

Hakim Ghani - detikNews
Senin, 24 Jan 2022 18:17 WIB
Pelaku pembunuhan pedagang jamu di Garut pada 20 Desember 2020 lalu akhirnya tertangkap. Pelaku ternyata suami korban bernama Yusup Adi (41).
Foto: Pelaku pembunuhan di Garut (Hakim Ghani/detikcom).
Garut -

Yusup Adi (41) kini harus mempertanggungjawabkan perbuatannya. Dia dibui polisi lantaran membunuh dan merampok istrinya sendiri Deti Suminarsih (38).

Kejadian itu terjadi akhir tahun 2020 lalu, tepatnya 20 Desember. Saat itu, warga di Kecamatan Cikelet, Garut digegerkan dengan penemuan mayat Deti yang mengenaskan di dalam kios jamu miliknya.

Saat itu, polisi yang melakukan identifikasi menyimpulkan Deti tewas dibunuh. Tak hanya itu, polisi juga menduga ada tindakan perampokan yang mengiringi tewasnya Deti.

Dari hasil penyelidikan, aksi pembunuhan itu diduga kuat dilakukan orang dekat Deti, yang tak lain adalah Yusup, sang suami.

Polisi kemudian melakukan perburuan terhadap Yusup yang saat itu melarikan diri. "Dalam pelariannya tersangka sempat ke beberapa daerah. Pekalongan, Karawang, hingga terakhir ke Muara Angke," ujar Kapolres AKBP Wirdhanto Hadicaksono, Senin (24/1/2022).

Wirdhanto mengatakan Yusup ditangkap Tim Sancang, 20 Januari kemarin di kawasan Muara Angke, Jakarta Utara. Saat ditangkap, dia tak melawan dan langsung mengakui perbuatannya.

Dari keterangan tersangka, kata Wirdhanto, dia nekat membunuh sang istri lantaran Deti merengek meminta cerai.

"Tapi tersangka menolak untuk cerai. Selain itu, tersangka juga meminta korban menjual motor untuk modal usaha, tapi korban enggan," kata Wirdhanto.

Usai terlibat cekcok, Yusup yang gelap mata kemudian mencekik leher Deti. Deti yang tewas seketika di lokasi kemudian dibalut dengan selimut dan ditinggalkannya.

"Pelaku kemudian membawa sepeda motor, uang dan HP milik korban," ungkap Wirdhanto.

Yusup kini meringkuk di sel tahanan Mako Polres Garut, Jalan Sudirman, Karangpawitan. Atas perbuatannya, dia dijerat polisi dengan pasal berlapis.

"Kami jerat Pasal 338 tentang Pembunuhan dan Pasal 365 tentang Pencurian. Ancaman hukumannya 15 tahun," tutup Wirdhanto.

(mso/mso)