Jabar Hari ini: Bos Pinjol Ditangkap-Heboh Desa Gudang Janda

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 19 Okt 2021 20:17 WIB
Halaman Wikipedia terkait nama Desa Gudang Janda di Cianjur
Nama Desa Gudang Janda muncul di Wikipedia. (Foto: Ismet Selamet/detikcom)

La Nina Hampiri Jabar

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Bandung mengimbau warga Jawa Barat untuk mewaspadai dampak dari La Nina. Fenomena ini membuat udara lebih dingin dan curah hujan lebih tinggi, sehingga bisa berpotensi terjadi bencana banjir.

Kepala BMKG Bandung Teguh Rahayu mengatakan dampak dari La Nina baru mulai dirasakan pada November dan puncaknya terjadi pada periode Desember 2021 hingga Februari 2022. Dampak La Nina terhadap Jawa Barat pada umumnya, adalah merubah pola curah hujan secara volume dan temporal.

"Berdasarkan data empiris yang dimiliki oleh BMKG sejauh ini, La Nina dapat meningkatkan curah hujan di wilayah Jawa Barat pada umumnya antara 20% hingga 70%. Kondisi sifat hujan seperti demikian akan memicu peningkatan potensi kejadian bencana hidrometeorologi di wilayah Jawa Barat dan juga Bandung Raya," ujar Rahayu dalam keterangan resmi BMKG, Selasa (19/10/2021).

Dia mengatakan berdasarkan analisis data yang dimiliki, daerah terdampak kuat di wilayah Jawa Barat, adalah wilayah Bogor, Cianjur, Sukabumi, dan wilayah Jawa Barat bagian tengah pada umumnya.

"Selain itu wilayah Jawa Barat perlu berhati-hati pada kejadian La Nina lag ke 2 dan ke 4. Atau sekitar bulan Januari dan Maret 2022," ujar Rahayu.

Sebelumnya, BMKG memantau adanya anomali Suhu Muka Laut (SST) di wilayah pengamatan Nino3,4 yang menunjukkan nilai untuk memenuhi prasyarat terjadinya La Nina dan sudah berlangsung selama dua dasarian terakhir.

Indeks ENSO pada akhir dasarian I Oktober tercatat sebesar -0,61, yang berarti La Nina dalam kondisi lemah. ENSO dalam kondisi La Nina Lemah. BMKG dan Sebagian besar pusat layanan iklim lainnya memprediksikan kondisi La Nina Lemah-Netral akan berlangsung hingga Februari-Maret-April 2022.