Mengenal-Melihat Aktivitas Pasar Tembakau Tanjungsari Sumedang

Nur Azis - detikNews
Selasa, 19 Okt 2021 16:01 WIB
Pasar Tembakau Tanjungsari Sumedang.
Foto: Pasar Tembakau Tanjungsari Sumedang (Nur Azis/detikcom).
Sumedang -

Embun masih menyelimuti sejumlah kios dan dua lapak lelang di pasar tembakau Tanjungsari, Kabupaten Sumedang. Namun, geliat para penjual dan pembeli tembakau sudah mulai terlihat.

Riuh para penjual dan pembeli samar terdengar saat bernegosiasi harga. Beragam jenis tembakau dalam satuan koli (karung plastik) coba dijajakan di lapak lelang tersebut.

Tembakau-tembakau itu merupakan bahan baku hilir untuk jadi tembakau linting atau beragam jenis merek rokok terkenal yang ada di pasaran.

Pasar tembakau Tanjungsari yang berada 50 meter di belakang Alun-alun Tanjungsari, Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Sumedang, buka setiap hari Selasa dan Sabtu dari mulai pukul 06.00 WIB sampai 12.00 WIB atau lebih tergantung dari pembeli.

Para pembeli datang dari berbagai daerah untuk memburu tembakau yang nantinya akan dipasarkan kembali. Mereka ada yang dari Garut, Bandung, Tasikmalaya, Tangerang, Jakarta, Jawa Tengah dan dari luar pulau seperti Medan, Padang dan daerah lainnya di Indonesia.

Tembakau memang menjadi salah satu komiditas unggulan di Sumedang sejak zaman Hindia Belanda. Berton-ton tembakau akan dijajakan setiap kali pasar tembakau Tanjungsari dibuka.

Ketua Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Jawa Barat Suryana menyabutkan pasar tembakau di dunia saat ini hanya ada dua, yakni pasar tembakau Bremen Jerman dan pasar tembakau Tanjungsari Sumedang.

Pasar tembakau awalnya ada tiga dengan yang di Medan namun saat ini untuk yang di Medan hanya melayani kebutuhan ekspor dan telah berubah menjadi Perseroan Terbatas (PT).

"Kalau yang di Medan sekarang sudah tidak dikelola oleh para petani namun oleh PT, sehingga pasar tembakau Medan tidak dijadikan pasar tapi jadi pusat ekspor," ungkap Suryana kepada detikcom, Selasa (19/10/2021).