Jabar Hari Ini: Waspada La Nina di Bandung-Setahun Jokowi Disambut Demonstrasi

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 20 Okt 2020 20:32 WIB
Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Mahasiswa Indonesia Mengguggat (MIM) mengepung Gedung DPRD Jabar. Dalam aksinya mahasiswa terlihat angkat sepatu.
Aksi demonstran di Bandung. (Foto: Yudha Maulana/detikcom)
Bandung -

Beragam peristiwa terjadi di Jawa Barat, Senin (20/10/2020) dari mulai La Nina merambah ke Bandung, hingga setahun kepemimpinan Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Maruf Amin diwarnai aksi demonstrasi.

Waspada! La Nina Mulai Merambah ke Bandung Bulan Ini

Anomali iklim La Nina baru merambah di wilayah selatan Jawa Barat, seperti wilayah Garut, Sukabumi, Bogor, Tasikmalaya dan Pangandaran. Hal tersebut diungkap Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Barat.

Seperti diketahui, fenomena alam yang terjadi secara periodik dua sampai tujuh tahun ini diprediksi akan mulai bergeser ke wilayah tengah Jawa Barat seperti Ciamis, Bandung dan mulai merambah ke Jabar bagian utara pada Desember mendatang.

"Januari-Februari bisa merata ke seluruh wilayah di Jawa Barat," kata Kepala Pelaksana Harian BPBD Jabar Dani Ramdan.

Ia mengungkapkan BPBD melakukan langkah untuk meminimalisasi dampak bencana hidrometerologi yang dipicu oleh tingginya curah hujan yang tinggi. "Kami sedang meningkatkan kesiapsiagaan dengan seluruh BPBD di kabupaten/kota, dan ada juga rapat koordinasi di tingkat provinsi dan kota/kabupaten dengan melibatkan Dinas PU, Dinkes, Dinsos, dan unsur relawan untuk merumuskan rencana kontigensi dan rencana aksi," ujar Dani.

BPBD Jabar lakukan koordinasi antara daerah dan juga melakukan susur sungai untuk mengantisipasi terjadinya penyumbatan arus sungai, seperti yang ditemukan pasca banjir bandang di Cicurug, Sukabumi.

BPBD Jabar juga mewaspadai 12 daerah yang rawan bencana hidrometerologi seperti Sukabumi, Bogor, Cianjur selatan, Tasikmalaya, Garut, Ciamis, Pangandaran, Karawang, Subang, Bekasi kemudian wilayah Bandung Raya, seperti Kabupaten Bandung Barat, Kabupaten Bandung dan Kota Bandung.

"Kalau logistik sudah kita rutin ya dalam setahun itu dua sampai tiga kali kita perkuat kota kabupaten. Kemarin menjelang kekeringan kemudian menjelang musim hujan kita dorong. Jadi logistik kita itu provinsi 80 persennya ada di kota kabupaten di 27 didistribusikan. Nah 20% mana ada kabupaten yang ternyata habis, kita berikan dukungan lagi ke sana," tutur Dani.

Pemprov Jabar pun membuat konsep provinsi berbudaya tangguh bencana atau West Java Resilience Culture Province (JRCP). "Blue print ini untuk menjawab kondisi kebencanaan Jabar yang memang sedemikian rupa di utara, selatan dan di tengah. Artinya sebenarnya prinsip dari JRCP itu tanggu bencana, yang pertama masyarakat yang memahami, mengetahui dan menyadari risiko bencana," kata Dani.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3 4 5