Antisipasi Banjir-Longsor, BPBD Sumedang Siagakan Petugas 24 Jam

Muhamad Rizal - detikNews
Selasa, 20 Okt 2020 16:58 WIB
Ilustrasi longsor (Andhika-detikcom)
Ilustrasi (Foto: Ilustrasi longsor (Andhika-detikcom)
Sumedang -

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumedang mengantisipasi bencana alam seperti banjir dan longsor. Petugas disiagakan 24 jam.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumedang, Ayi Rusaman menyebutkan seluruh wilayah di kabupaten tersebut rawan bencana.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, pihaknya telah melakukan berbagai upaya persiapan guna antisipasi dan pencegahan bencana alam dan menyiapkan posko kesiapsiagaan bencana selama 24 jam di Pusdalops BPBD Sumedang.

"Hampir semua kecamatan di Kabupaten Sumedang berpotensi terjadi bencana longsor dan banjir," kata Ayi kepada detikcom, melalui sambungan telepon, Selasa (20/10/2020).

Menurutnya, Kabupaten Sumedang masuk dalam kategori daerah rawan bencana. Selain ancaman tanah longsor, kata Ayi pergerakan tanah dan bencana angin puting beliung, selalu mengancam masyarakat Sumedang ketika hujan besar datang.

"Berdasarkan catatan BPBD Sumedang, sebanyak 134 titik yang tersebar di sejumlah wilayah yang ada di Kabupaten Sumedang memang berpotensi terjadi bencana," katanya.

Lanjut Ayi, saat ini Kabupaten Sumedang masuk dalam urutan ke 13 di Jawa Barat yang wilayahnya rawan bencana.

"Jika melihat kondisi geografis, Sumedang memang rawan bencana kategori menengah tertinggi," ucap Ayi.

Maka dari pihaknya meminta masyarakat yang tinggal di daerah rawan bencana alam tetap waspada. Mengingat saat ini sudah mulai terjadi hujan yang disertai angin kencang.

"Kita telah mengimbau dan menginformasikan kepada seluruh Camat, Pemdes, hingga ke tingkat RT/RW, melalui Surat Edaran Bupati agar meningkatkan kesiapsiagaan dan kewaspadaan saat memasuki musim penghujan ini," katanya.

Terlebih saat ini perkiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) bahwa akan terjadi peningkatan curah hujan yang cukup besar dengan fenomena La Nina.

"Musim hujan yang disertai Fenomena La Nina ini kemungkinan hujan kali ini naik sekitar 40 persen (lebih besar) dari biasanya. Walaupun ini bukan hanya di Sumedang saja," ucapnya.

Ayi menambahkan, pihaknya mengimbau masyarakat yang berada di lokasi-lokasi yang berpotensi terjadinya bencana seperti banjir dan longsor, terutama bagi warga yang tinggal di perbukitan dan di wilayah bantaran sungai untuk berhati-hati dan meningkatkan kewaspadaannya.

"Masyarakat diimbau untuk tetap meningkatkan kewaspadaanya, mengingat saat ini sudah memasuki musim hujan. maka untuk mengurangi dampak berbagai resiko bencana, mereka yang berada di tebing dan bantaran sungai untuk pindah ke tempat yang lebih aman," katanya.

(mud/mud)