Pacaran di Tempat Sepi, Pasangan Kekasih di Tasikmalaya Ini Dicuri Motornya

Deden Rahadian - detikNews
Selasa, 20 Okt 2020 14:34 WIB
Pencurian motor di tasikmalaya
Foto: Deden Rahadian
Tasikmalaya -

Sepasang kekasih yang tengah asyik pacaran di Tepi Pantai Karangtawulan, Cikalong, Tasikmalaya, jadi korban Kejahatan Pencurian dengan Kekerasan (Curas). Korban bernama Miftah Asfahani dan Putri sedang menikmati indahnya pinggir pantai.

Tiba tiba datang pelaku inisial IR dan RP berpura pura kehabisan bensin. Pelaku kemudian meminta diantar oleh korban menuju SPBU.

"Kedua pelaku mendekati korban, kemudian modusnya meminta korban mengantar ke SPBU dengan alasan habis bensin.", Ucap AKP Hario prasetyo seno, Saat Rilis di Mapolres Tasikmalaya, selasa (20/10/2020).

Setelah korban mau mengantar, pelaku meminta korban berhenti di jalann sepi. Pelaku merampas motor korban namun mendapat perlawanan.

Korban Miftah akhirnya terkapar setelah dipukul bagian kepala belakang. Sepeda motor korban yang sedang pacaran dibawa lari pelaku.

"Korban yang tidak curiga akhirnya berhasil dibujuk mau mengantar pelaku ke SPBU dengan menggunakan sepeda motor korban. Kemudian di tengah jalan sepi, korban dipaksa berhenti kemudian dipukul bagian kepalanya lalu handphone dan sepeda motor korban dibawa kabur," tambah Hario.

Tak lama berselang, Pelaku Berinisial IR ditangkap di Kecamatan Parungponteng. Sementara temanya RP Masih dalam pengejaran petugas.

"Lalu, Polsek Cikalong bersama Satreskrim Polres Tasikmalaya melakukan penyelidikan, sampai mendapatkan informasi dari masyarakat di Cikalong ada yang menjual motor Honda Revo", Kata Hario.

"Kita cari tahu siapa yang menjualnya, ternyata pelaku IR. Lalu tidak membutuhkan waktu lama dilakukan penangkapan di wilayah Kecamatan Parungponteng, tempat pelarian pelaku," terang dia.

Polisi mengamankan satu buah sepeda motor lengkap dengan STNK dan Kunci motor. Pelaku dijerat pasal 365 KUHPidana dengan ancaman pidana sembilan tahun penjara.

Pelaku IR mengaku motor hasil curian akan dijual untuk memenuhi kebutuhannya. Bahkan dia mengaku sebelumnya pernah melakukan tindak pidana pencurian dengan pemberatan (curhat).

"Iya pak, pernah dihukum penjara 5 bulan, tahun 2016 lalu, sebagai residivis kasus pencurian pemberatan," tutur IR.

(ern/ern)