Jaringan listrik di Kuba lumpuh total pada Minggu (2/8) malam waktu setempat. Akibatnya, negara berpenduduk sekitar 10 juta jiwa itu diselimuti kegelapan di tengah semakin seringnya pemadaman listrik terjadi.
Lumpuhnya jaringan listrik di Kuba ini, seperti dilansir Reuters, Senin (3/8/2026), terjadi menyusul tiga insiden pemadaman listrik nasional sepanjang bulan Juli lalu. Situasi ini terjadi di tengah blokade minyak yang diberlakukan Amerika Serikat (AS), yang semakin membebani infrastruktur energi yang sudah menua di Kuba.
Operator jaringan listrik milik negara, Union Electrica de Cuba, tidak memberikan informasi secara detail mengenai situasi tersebut dalam unggahan mereka via media sosial X dan Facebook.
Tekanan terhadap sistem jaringan listrik semakin meningkat, seiring kesulitan pemerintah Kuba dalam mengamankan pasokan bahan bakar impor.
Negara itu kehilangan sumber bahan bakar utama akibat blokade minyak yang diberlakukan oleh Presiden AS Donald Trump beberapa waktu terakhir.
Blokade semacam itu diterapkan terhadap Havana menyusul langkah Washington pada 3 Januari lalu untuk menggulingkan Presiden Venezuela Nicolas Maduro, melalui operasi militer yang menggemparkan dunia.
Venezuela telah sejak lama menjadi pemasok minyak utama bagi Kuba.
(nvc/ita)