Jaringan Listrik Lumpuh Total, Kuba Gelap Gulita

Jaringan Listrik Lumpuh Total, Kuba Gelap Gulita

Novi Christiastuti - detikNews
Senin, 03 Agu 2026 17:16 WIB
Situasi di Havana, ibu kota Kuba, saat diselimuti kegelapan buntut lumpuhnya jaringan listrik negara tersebut (REUTERS/Norlys Perez)
Situasi di Havana, ibu kota Kuba, saat diselimuti kegelapan buntut lumpuhnya jaringan listrik negara tersebut (REUTERS/Norlys Perez)
Havana -

Jaringan listrik di Kuba lumpuh total pada Minggu (2/8) malam waktu setempat. Akibatnya, negara berpenduduk sekitar 10 juta jiwa itu diselimuti kegelapan di tengah semakin seringnya pemadaman listrik terjadi.

Lumpuhnya jaringan listrik di Kuba ini, seperti dilansir Reuters, Senin (3/8/2026), terjadi menyusul tiga insiden pemadaman listrik nasional sepanjang bulan Juli lalu. Situasi ini terjadi di tengah blokade minyak yang diberlakukan Amerika Serikat (AS), yang semakin membebani infrastruktur energi yang sudah menua di Kuba.

Operator jaringan listrik milik negara, Union Electrica de Cuba, tidak memberikan informasi secara detail mengenai situasi tersebut dalam unggahan mereka via media sosial X dan Facebook.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tekanan terhadap sistem jaringan listrik semakin meningkat, seiring kesulitan pemerintah Kuba dalam mengamankan pasokan bahan bakar impor.

Negara itu kehilangan sumber bahan bakar utama akibat blokade minyak yang diberlakukan oleh Presiden AS Donald Trump beberapa waktu terakhir.

Blokade semacam itu diterapkan terhadap Havana menyusul langkah Washington pada 3 Januari lalu untuk menggulingkan Presiden Venezuela Nicolas Maduro, melalui operasi militer yang menggemparkan dunia.

Venezuela telah sejak lama menjadi pemasok minyak utama bagi Kuba.

Sementara impor minyak dari Meksiko juga terhenti, di tengah semakin meningkatnya tekanan dari AS terhadap negara tersebut.

Krisis energi ini terjadi bersamaan dengan langkah pembukaan sektor energi Kuba, yang selama ini dikontrol secara ketat dan hati-hati. Hal tersebut didorong oleh kelangkaan bahan bakar dan rentetan sanksi berat dari AS.

Baru-baru ini, pemerintah Kuba memberikan izin bagi usaha impor bahan bakar yang untuk pertama kalinya didukung pihak asing. Pemerintah juga mengizinkan hampir 200 perusahaan Kuba untuk berpartisipasi dalam distribusi bahan bakar secara grosir.

Lihat juga Video: Imbas Gempa, Ribuan Warga Jepang Bertahan Tanpa AC di Tengah Cuaca Panas

Halaman 2 dari 2
(nvc/ita)


Berita Terkait