×
Ad

Perkara Uranium yang Bikin Iran dan AS Berbantah-bantahan

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 18 Apr 2026 21:37 WIB
Badan pengawas nuklir PBB, IAEA, merilis foto fasilitas pengayaan uranium Natanz di Iran (Foto: AFP)
Jakarta -

Perundingan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran di Islamabad, Pakistan, karena perang di Timur Tengah hingga kini belum mencapai kesepakatan. Salah satu penyebabnya karena syarat mengenai uranium.

Dirangkum detikcom, Sabtu (18/4/2026), dengan merangkum berbagai sumber, salah satunya TRT World, media terkemuka New York Times (NYT) dalam laporannya yang mengutip sejumlah pejabat AS dan Iran, Teheran disebut menawarkan pembekuan pengayaan uranium selama lima tahun, namun AS mendesak Teheran untuk menangguhkan pengayaan selama 20 tahun.

Sejumlah pejabat AS, yang dikutip NYT, mengungkapkan bahwa Washington dalam perundingan itu mendorong Iran untuk membekukan pengayaan uranium selama 20 tahun. Menurut dua pejabat senior Iran dan seorang pejabat AS yang dikutip NYT, Teheran dalam tanggapan resmi yang dikirimkan pada Senin (13/4) menawarkan jeda yang lebih singkat, yakni lima tahun.

Trump, sebut seorang pejabat AS dalam laporan NYT, menolak proposal Iran tersebut. Washington juga menuntut agar Teheran memindahkan pasokan uranium yang sangat diperkaya dari wilayah mereka.

Namun, berdasarkan para pejabat yang dikutip NYT, Iran menolak tuntutan itu dan bersikeras agar pasokan uranium diperkaya tetap berada di dalam negeri, serta menawarkan untuk mengencerkannya secara signifikan hingga ke level yang tidak layak untuk digunakan sebagai senjata.

Para pejabat AS berpendapat bahwa kekhawatiran tetap ada soal Iran akan mempertahankan kemampuan untuk memperkaya uranium kembali di masa mendatang.

Selain mengungkapkan isi perundingan AS-Iran, laporan NYT juga menyebutkan bahwa pembicaraan mengenai kemungkinan putaran selanjutnya untuk negosiasi tatap muka antara kedua negara sedang berlangsung. Namun sejauh ini, menurut NYT, belum ada tanggal yang disepakati.


(kny/zap)

Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork