Ketua parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, menuntut gencatan senjata di Lebanon dan pencairan aset-aset Teheran yang dibekukan di luar negeri sebelum dimulainya negosiasi dengan Amerika Serikat (AS). Presiden AS Donald Trump mengancam "penghancuran total" Iran jika negosiasi di Pakistan berujung kegagalan.
Ghalibaf yang memimpin delegasi Iran, memicu keraguan terbaru untuk perundingan dengan AS, setelah menuntut gencatan senjata di Lebanon dan pencairan "aset-aset yang diblokir" sebelum negosiasi dimulai, yang dijadwalkan pada Sabtu (11/4).
Sementara itu, Trump memperingatkan bahwa militer AS mempersiapkan diri dengan "amunisi terbaik" untuk kembali menyerang Iran jika kesepakatan gagal tercapai. Dia menyebut Washington mempersiapkan "senjata terbaik yang pernah dibuat, bahkan pada tingkat yang lebih tinggi" daripada sebelumnya.
Selain berita tersebut, berikut ini berita-berita internasional yang menarik perhatian pembaca detikcom, hari ini, Sabtu (11/4/2026):
- Iran Tuntut Gencatan Senjata Lebanon-Pencairan Aset Sebelum Dialog dengan AS
Ketua parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, mengatakan bahwa gencatan senjata di Lebanon dan pencairan aset-aset Teheran yang dibekukan di luar negeri harus dipastikan, sebelum dimulainya negosiasi dengan Amerika Serikat (AS).
Sebagai bagian dari gencatan senjata selama dua minggu, Iran dan AS sepakat untuk melakukan pertemuan di Islamabad, Pakistan, untuk melanjutkan perundingan membahas perdamaian permanen.
Ghalibaf yang memimpin delegasi Iran, seperti dilansir Anadolu Agency dan Al Arabiya, Sabtu (11/4/2026), memicu keraguan terbaru untuk perundingan dengan AS, setelah menuntut gencatan senjata di Lebanon dan pencairan "aset-aset yang diblokir" sebelum negosiasi dimulai, yang dijadwalkan pada Sabtu (11/4).
- Trump Ancam 'Penghancuran Total' Iran Jika Perundingan Gagal
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengancam "penghancuran total" Iran jika negosiasi yang digelar di Pakistan berujung kegagalan. Trump memperingatkan bahwa militer AS mempersiapkan diri dengan "amunisi terbaik" untuk kembali menyerang Iran jika kesepakatan gagal tercapai.
"Kita sedang melakukan pengaturan ulang. Kita sedang mengisi kapal-kapal dengan amunisi terbaik, senjata terbaik yang pernah dibuat, bahkan lebih baik dari yang kita gunakan sebelumnya, dan kita telah menghancurkan mereka," kata Trump kepada New York Post, seperti dilansir Al Arabiya, Sabtu (11/4/2026).
Dalam pernyataan yang disampaikan tak lama setelah Wakil Presiden AS JD Vance bertolak ke Islamabad, Pakistan, untuk memimpin delegasi AS dalam perundingan dengan Iran, Trump menyinggung soal "penghancuran total" Iran.
(nvc/nvc)