5 Berita Terpopuler Internasional Hari Ini

5 Berita Terpopuler Internasional Hari Ini

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 11 Apr 2026 18:53 WIB
Delegasi Iran dipimpin ketua parlemen Mohammad Bagher Ghalibaf dan Menlu Abbas Araghchi tiba di Islamabad, Pakistan (dok. Reuters)
Delegasi Iran dipimpin ketua parlemen Mohammad Bagher Ghalibaf dan Menlu Abbas Araghchi tiba di Islamabad, Pakistan (dok. Reuters)
Jakarta -

Ketua parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, menuntut gencatan senjata di Lebanon dan pencairan aset-aset Teheran yang dibekukan di luar negeri sebelum dimulainya negosiasi dengan Amerika Serikat (AS). Presiden AS Donald Trump mengancam "penghancuran total" Iran jika negosiasi di Pakistan berujung kegagalan.

Ghalibaf yang memimpin delegasi Iran, memicu keraguan terbaru untuk perundingan dengan AS, setelah menuntut gencatan senjata di Lebanon dan pencairan "aset-aset yang diblokir" sebelum negosiasi dimulai, yang dijadwalkan pada Sabtu (11/4).

Sementara itu, Trump memperingatkan bahwa militer AS mempersiapkan diri dengan "amunisi terbaik" untuk kembali menyerang Iran jika kesepakatan gagal tercapai. Dia menyebut Washington mempersiapkan "senjata terbaik yang pernah dibuat, bahkan pada tingkat yang lebih tinggi" daripada sebelumnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain berita tersebut, berikut ini berita-berita internasional yang menarik perhatian pembaca detikcom, hari ini, Sabtu (11/4/2026):

- Iran Tuntut Gencatan Senjata Lebanon-Pencairan Aset Sebelum Dialog dengan AS

Ketua parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, mengatakan bahwa gencatan senjata di Lebanon dan pencairan aset-aset Teheran yang dibekukan di luar negeri harus dipastikan, sebelum dimulainya negosiasi dengan Amerika Serikat (AS).

Sebagai bagian dari gencatan senjata selama dua minggu, Iran dan AS sepakat untuk melakukan pertemuan di Islamabad, Pakistan, untuk melanjutkan perundingan membahas perdamaian permanen.

Ghalibaf yang memimpin delegasi Iran, seperti dilansir Anadolu Agency dan Al Arabiya, Sabtu (11/4/2026), memicu keraguan terbaru untuk perundingan dengan AS, setelah menuntut gencatan senjata di Lebanon dan pencairan "aset-aset yang diblokir" sebelum negosiasi dimulai, yang dijadwalkan pada Sabtu (11/4).

- Trump Ancam 'Penghancuran Total' Iran Jika Perundingan Gagal

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengancam "penghancuran total" Iran jika negosiasi yang digelar di Pakistan berujung kegagalan. Trump memperingatkan bahwa militer AS mempersiapkan diri dengan "amunisi terbaik" untuk kembali menyerang Iran jika kesepakatan gagal tercapai.

"Kita sedang melakukan pengaturan ulang. Kita sedang mengisi kapal-kapal dengan amunisi terbaik, senjata terbaik yang pernah dibuat, bahkan lebih baik dari yang kita gunakan sebelumnya, dan kita telah menghancurkan mereka," kata Trump kepada New York Post, seperti dilansir Al Arabiya, Sabtu (11/4/2026).

Dalam pernyataan yang disampaikan tak lama setelah Wakil Presiden AS JD Vance bertolak ke Islamabad, Pakistan, untuk memimpin delegasi AS dalam perundingan dengan Iran, Trump menyinggung soal "penghancuran total" Iran.

- Erdogan Samakan Hukuman Mati bagi Tahanan Palestina dengan Kebijakan Hitler

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengecam keputusan parlemen Israel, Knesset, untuk memberlakukan hukuman mati kepada tahanan Palestina. Erdogan menyamakan hukuman mati itu dengan kebijakan Adolf Hitler terhadap orang Yahudi pada era Nazi.

"Apa yang sedang dilakukan adalah diskriminasi; itu adalah rasisme. Itu berarti menerapkan di Israel, versi yang lebih buruk dari rezim apartheid yang digulingkan di Afrika Selatan pada tahun 1994," kata Erdogan saat berbicara dalam pertemuan Sayap Perempuan Konferensi Internasional Partai Politik Asia (ICAPP), seperti dilansir Anadolu Agency, Sabtu (11/4/2026).

"Apakah ada perbedaan mendasar antara kebijakan mengerikan Hitler terhadap orang-orang Yahudi dan keputusan yang telah diadopsi oleh parlemen Israel dengan penuh gegap gempita?" tanya Erdogan dalam pernyataannya.

"Bukankah semua ini merupakan manifestasi baru dari kebijakan penyangkalan, penghancuran, penindasan, dan eksekusi politik terhadap rakyat Palestina?" imbuhnya.

- Trump Bilang AS Akan Bikin Selat Hormuz Dibuka Segera

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan bahwa AS akan membuat Selat Hormuz "dibuka segera". Hal ini disampaikan Trump saat gencatan senjata sementara dengan Iran masih berlangsung.

Trump, dalam pernyataan terbarunya kepada wartawan, seperti dilansir Reuters, Sabtu (11/4/2026), tidak memberikan penjelasan lebih lanjut soal bagaimana cara membuka kembali jalur perairan strategis untuk pasokan minyak dan gas global tersebut.

Walaupun dia mengakui bahwa langkah tersebut tidak akan mudah.

- Mojtaba Khamenei Alami Luka Parah di Wajah Akibat Serangan AS-Israel

Pemimpin tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, masih dalam masa pemulihan dari luka parah pada bagian wajah dan kaki yang dideritanya akibat serangan udara Amerika Serikat (AS) dan Israel yang menewaskan ayahnya, Ayatollah Ali Khamenei, pada awal perang.

Informasi mengenai kondisi ulama berusia 56 tahun itu, seperti dilansir Reuters, Sabtu (11/4/2026), diungkapkan oleh tiga orang yang dekat dengan inner circle Mojtaba kepada Reuters.

Menurut ketiga sumber tersebut, wajah Mojtaba rusak parah akibat serangan terhadap kompleks kediaman pemimpin tertinggi di pusat kota Teheran pada akhir Februari lalu, dan dia menderita cedera signifikan pada salah satu atau kedua kakinya.

Tonton juga video "Delegasi Iran-AS Sudah Berkumpul di Islamabad Jelang Perundingan"

Halaman 3 dari 2
(nvc/nvc)


Berita Terkait