Iran Keukeuh Lebanon Bagian Tak Terpisahkan dari Gencatan Senjata

Iran Keukeuh Lebanon Bagian Tak Terpisahkan dari Gencatan Senjata

Novi Christiastuti - detikNews
Jumat, 10 Apr 2026 11:41 WIB
Ketua parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf (dok. Reuters)
Ketua parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf (dok. Reuters)
Teheran -

Ketua parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, memperingatkan Amerika Serikat (AS) dan Israel bahwa "waktu hampir habis" untuk menghormati gencatan senjata yang baru saja disepakati. Teheran bersikeras bahwa Lebanon menjadi bagian tidak terpisahkan dari gencatan senjata tersebut.

Ghalibaf bahkan menyatakan bahwa setiap upaya untuk mengecualikan Lebanon, atau Poros Perlawanan, dari gencatan senjata akan mendapatkan respons tegas.

Dalam pernyataan via media sosial X, seperti dilansir Press TV, Jumat (10/4/2026), Ghalibaf mengutip dokumen posisi resmi Iran yang menolak adanya salah tafsir atau penyangkalan terhadap gencatan senjata selama dua minggu yang disepakati pada Selasa (7/4).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dokumen yang dikutip Ghalibaf itu, yang merupakan bagian dari proposal 10 poin yang mendasari gencatan senjata, secara eksplisit menyatakan tiga poin.

"Lebanon dan seluruh Poros Perlawanan, sebagai sekutu-sekutu Iran, merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari gencatan senjata," tegas poin pertama dalam dokumen Iran tersebut.

"Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif secara terbuka dan secara jelas menekankan isu Lebanon selama pembicaraan di Islamabad; tidak ada ruang untuk penyangkalan atau penarikan kembali pernyataan," sebut poin kedua dokumen Iran, merujuk pada PM Pakistan yang menjadi salah satu mediator konflik AS-Iran.

"Pelanggaran gencatan senjata membawa konsekuensi yang jelas dan respons yang KUAT. Padamkan api segera," demikian bunyi poin ketiga dokumen Iran.

Pernyataan Ghalibaf itu disampaikan ketika Israel menyangkal adanya gencatan senjata di Lebanon, dan terus melancarkan pengeboman agresif terhadap negara tetangganya yang menjadi markas kelompok Hizbullah, yang didukung Iran.

Teheran menilai serangan berkelanjutan Tel Aviv terhadap Beirut dan wilayah Lebanon lainnya itu sebagai pelanggaran terang-terangan terhadap kesepakatan gencatan senjata, yang dimediasi dengan melibatkan aktor regional dan internasional, termasuk Pakistan.

Iran, sebut Press TV, secara konsisten menyatakan bahwa gencatan senjata tersebut tidak hanya mencakup kepentingan langsung Iran, tetapi juga keamanan penuh Lebanon dan Poros Perlawanan yang lebih luas.

Setiap interpretasi selektif atau upaya mengecualikan Lebanon dari kesepakatan tersebut, tegas para pejabat Teheran, merupakan pelanggaran berbahaya yang tidak akan dibiarkan begitu saja.

"Waktu hampir habis," kata Ghalibaf memperingatkan AS dan Israel dalam pernyataannya.

Simak juga Video 'Mojtaba Khamenei Sebut Iran Tak Ingin Perang, Tapi Ogah Tunduk!':

Halaman 2 dari 2
(nvc/ita)


Berita Terkait