Militer Amerika Serikat (AS) mengerahkan pesawat pengebom B-52 dalam serangannya terhadap Iran. Washington juga mengumumkan pasukannya telah menggempur lebih dari 1.700 target di berbagai wilayah Iran sejak Sabtu (28/2) waktu setempat.
Ini merupakan pertama kalinya, AS mengerahkan pesawat pengebom B-52 dalam serangan terbarunya, yang dilakukan secara terkoordinasi dengan Israel, terhadap Iran.
Komando Pusat AS (CENTCOM), yang mengawasi operasi militer AS di kawasan Timur Tengah, seperti dilansir Al Arabiya, Rabu (4/3/2026), merilis pencapaian harian terbaru melalui fact sheet tentang Operasi Epic Fury terhadap Iran.
Disebutkan dalam fact sheet CENTCOM tersebut bahwa sejumlah pesawat pengebom B-52 digunakan dalam serangan-serangan terhadap Iran.
Pesawat pengebom B-52 milik AS diketahui mampu membawa amunisi dalam jumlah besar.
Namun tidak diketahui secara jelas kapan tepatnya pesawat pengebom B-52 itu digunakan oleh AS dalam serangan terhadap Iran. Pengerahan ini dilakukan setelah pesawat-pesawat pengebom siluman B-2 dan B-1 digunakan dalam serangan-serangan sebelumnya.
Laporan CENTCOM menyebutkan bahwa pasukan AS telah menyerang lebih dari 1.700 target di berbagai wilayah Iran dalam 72 jam pertama Operasi Epic Fury, yang dimulai Sabtu (28/2) waktu setempat.
Angka itu melonjak dibandingkan laporan sebelumnya yang menyebut 1.200 target di Iran telah digempur pasukan AS dalam 48 jam pertama operasi.
(nvc/ita)