Pesawat Pengebom B-2 AS Jatuhkan Puluhan Bom ke Bunker Rudal Iran

Pesawat Pengebom B-2 AS Jatuhkan Puluhan Bom ke Bunker Rudal Iran

Novi Christiastuti - detikNews
Jumat, 06 Mar 2026 18:01 WIB
Pesawat pengebom B-2 milik AS (dok. Reuters)
Pesawat pengebom B-2 milik AS (dok. Reuters)
Washington DC -

Komando Pusat Amerika Serikat (AS), CENTCOM, mengumumkan bahwa sejumlah pesawat pengebom B-2 telah dikerahkan untuk menjatuhkan puluhan bom penetrator seberat 2.000 pon yang menargetkan peluncur rudal balistik Iran yang terkubur di fasilitas bawah tanah.

Komandan CENTCOM, Laksamana Brad Cooper, seperti dilansir Anadolu Agency, Jumat (6/3/2026), mengatakan bahwa pasukan pengebom AS telah menyerang ratusan target di berbagai wilayah Iran selama 72 jam terakhir, termasuk sejumlah lokasi di sekitar ibu kota Teheran.

"Dalam 72 jam terakhir saja, pasukan pengebom Amerika telah menyerang hampir 200 target jauh di dalam wilayah Iran, termasuk di sekitar Teheran," kata Cooper dalam konferensi di markas besar CENTCOM di Tampa, Florida, Kamis (5/3) waktu setempat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dan hanya dalam satu jam terakhir, sejumlah pesawat pengebom B-2 AS menjatuhkan puluhan bom penetrator seberat 2.000 pon yang menargetkan peluncur-peluncur rudal balistik yang terkubur dalam-dalam," sebutnya.

Cooper mengatakan bahwa militer AS juga menyerang "Komando Antariksa Iran, yang mengurangi kemampuan mereka untuk mengancam Amerika". Namun tidak dijelaskan lebih lanjut oleh Cooper soal fasilitas terkait Komando Antariksa Iran yang diserang AS.

Dalam pengumumannya, Cooper juga menambahkan bahwa operasi militer AS terhadap Angkatan Laut Iran juga meningkat. Dia menyebut lebih dari 30 kapal perang Iran telah ditenggelamkan oleh militer AS, dan sebuah kapal induk pengangkut drone Iran terbakar akibat serangan pasukan AS.

Lebih lanjut, dia juga menyebut bahwa serangan pembalasan Iran mengalami penurunan secara signifikan sejak AS-Israel melancarkan serangan skala besar pada Sabtu (28/2) waktu setempat.

"Dibandingkan kondisi kita di awal, serangan rudal balistik telah berkurang 90 persen sejak hari pertama. Serangan drone telah berkurang 83 persen sejak hari pertama. Meskipun demikian, kita tetap waspada," kata Cooper dalam pernyataannya.

Ketegangan di kawasan Timur Tengah semakin meningkat setelah AS dan Israel melancarkan serangan gabungan skala besar terhadap Iran sejak Sabtu (28/2) waktu setempat dan terus berlanjut hingga kini.

Dalam beberapa hari terakhir, pasukan kedua negara yang bersekutu itu telah menyerang target-target di berbagai wilayah Iran, termasuk menargetkan rudal, angkatan laut, dan lokasi komando dan kendali militer negara tersebut.

Rentetan serangan itu menewaskan sejumlah tokoh penting dan pejabat tinggi Teheran, termasuk pemimpin tertinggi negara tersebut, Ayatollah Ali Khamenei.

Iran membalas dengan serangan rudal dan drone terhadap target-target di Israel dan pangkalan-pangkalan AS di negara-negara Teluk. Sedikitnya enam tentara AS tewas akibat serangan drone Iran yang menghantam pangkalan mereka di Kuwait.

Lihat juga Video: Wujud Pesawat Bomber B-52 AS yang Dikerahkan ke Iran

Halaman 2 dari 2
(nvc/ita)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini