AS Kerahkan Pesawat Pengebom B-52, Pertama Sejak Serangan ke Iran

AS Kerahkan Pesawat Pengebom B-52, Pertama Sejak Serangan ke Iran

Novi Christiastuti - detikNews
Rabu, 04 Mar 2026 10:46 WIB
Pesawat pengebom B-52 milik AS (dok. Getty Images/Smith Collection/Gado)
Pesawat pengebom B-52 milik AS (dok. Getty Images/Smith Collection/Gado)
Washington DC -

Militer Amerika Serikat (AS) mengerahkan pesawat pengebom B-52 dalam serangannya terhadap Iran. Washington juga mengumumkan pasukannya telah menggempur lebih dari 1.700 target di berbagai wilayah Iran sejak Sabtu (28/2) waktu setempat.

Ini merupakan pertama kalinya, AS mengerahkan pesawat pengebom B-52 dalam serangan terbarunya, yang dilakukan secara terkoordinasi dengan Israel, terhadap Iran.

Komando Pusat AS (CENTCOM), yang mengawasi operasi militer AS di kawasan Timur Tengah, seperti dilansir Al Arabiya, Rabu (4/3/2026), merilis pencapaian harian terbaru melalui fact sheet tentang Operasi Epic Fury terhadap Iran.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Disebutkan dalam fact sheet CENTCOM tersebut bahwa sejumlah pesawat pengebom B-52 digunakan dalam serangan-serangan terhadap Iran.

ADVERTISEMENT

Pesawat pengebom B-52 milik AS diketahui mampu membawa amunisi dalam jumlah besar.

Namun tidak diketahui secara jelas kapan tepatnya pesawat pengebom B-52 itu digunakan oleh AS dalam serangan terhadap Iran. Pengerahan ini dilakukan setelah pesawat-pesawat pengebom siluman B-2 dan B-1 digunakan dalam serangan-serangan sebelumnya.

Laporan CENTCOM menyebutkan bahwa pasukan AS telah menyerang lebih dari 1.700 target di berbagai wilayah Iran dalam 72 jam pertama Operasi Epic Fury, yang dimulai Sabtu (28/2) waktu setempat.

Angka itu melonjak dibandingkan laporan sebelumnya yang menyebut 1.200 target di Iran telah digempur pasukan AS dalam 48 jam pertama operasi.

Pemimpin Kepala Staf Gabungan AS, Jenderal Dan Caine, mengatakan pada Senin (2/3) bahwa CENTCOM akan menerima pasukan tambahan di kemudian hari.

CENTCOM, dalam laporannya, mengumumkan bahwa markas besar Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) telah dihancurkan selama serangan awal AS.

Target-target lainnya di Iran yang diklaim berhasil dihancurkan oleh serangan AS mencakup pusat komando dan kontrol Iran, markas besar gabungan IRGC, markas besar pasukan Angkatan Udara IRGC, sistem pertahanan udara terpadu, situs-situs rudal balistik, kapal-kapal Angkatan Laut Iran, kapal selam Angkatan Laut Iran, situs-situs rudal anti-kapal, dan kemampuan komunikasi militer Iran.

AS dan Israel melancarkan serangan terkoordinasi terhadap Iran sejak Sabtu (28/2). Dalam beberapa hari, pasukan kedua negara itu menyerang target-target di berbagai wilayah Iran, termasuk menargetkan rudal, angkatan laut, dan lokasi komando dan kendali militer negara tersebut.

Rentetan serangan itu menewaskan sejumlah tokoh penting dan pejabat tinggi Teheran, termasuk pemimpin tertinggi negara tersebut, Ayatollah Ali Khamenei.

Iran membalas dengan serangan rudal dan drone terhadap target-target di Israel dan pangkalan-pangkalan AS di negara-negara Teluk.

Laporan terbaru Bulan Sabit Merah Iran menyebutkan bahwa sejauh ini, sedikitnya 787 orang tewas akibat gelombang serangan AS-Israel.

Lihat juga Video: Pentagon Pamer Pesawat B-1 Bombers saat Gelar Operasi Lawan Iran

Halaman 2 dari 2
(nvc/ita)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads