5 Berita Terpopuler Internasional Hari Ini

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 07 Feb 2026 19:12 WIB
Presiden AS Donald Trump (Getty Images via AFP/SAMUEL CORUM)
Jakarta -

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyebut perundingan dengan Iran di Oman berlangsung "sangat baik". Di sisi lain, Trump dikecam karena postingan media sosial berisi video rasis yang menggambarkan mantan Presiden AS Barack Obama dan istrinya, Michelle Obama, sebagai monyet.

Trump menyebut perundingan nuklir antara Washington dan Teheran akan dilanjutkan kembali "awal pekan depan". Perundingan ini digelar saat ketegangan meningkat antara kedua negara, menyusul penindakan brutal oleh Iran terhadap unjuk rasa antipemerintah beberapa waktu lalu.

Sementara itu, Trump menolak untuk meminta maaf atas postingan media sosialnya yang menampilkan video rasis Obama dan istrinya. Postingan itu dihapus setelah memicu kemarahan dan kecaman, termasuk dari sekutu Trump. Namun Trump menegaskan dirinya tidak membuat kesalahan apa pun.

Selain berita tersebut, berikut ini berita-berita internasional yang menarik perhatian pembaca detikcom, hari ini, Sabtu (7/2/2026):

- Trump Ungkap Isi Negosiasi dengan Iran, Lanjut Pekan Depan

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan bahwa perundingan dengan Iran yang berlangsung di Oman berlangsung "sangat baik". Trump menyebut perundingan kedua negara akan dilanjutkan kembali pekan depan.

Perundingan AS-Iran yang berlangsung di Muscat, ibu kota Oman, pada Jumat (6/2) waktu setempat ini digelar saat ketegangan meningkat antara kedua negara, menyusul penindakan brutal oleh Teheran terhadap unjuk rasa antipemerintah beberapa waktu lalu.

Ini juga menjadi perundingan pertama sejak Washington mengebom situs-situs nuklir Teheran pada Juni tahun lalu, ketika Iran berperang melawan Israel. Perang yang berlangsung selama 12 hari itu telah menghentikan putaran perundingan nuklir yang sebelumnya berlangsung antara AS dan Iran.

- ISIS Klaim Dalangi Ledakan Bom Bunuh Diri di Masjid Pakistan

Kelompok radikal Islamic State (ISIS) mengklaim bertanggung jawab atas ledakan bom bunuh diri yang mengguncang sebuah masjid Syiah di Islamabad, ibu kota Pakistan, pada Jumat (6/2) waktu setempat. Ledakan yang melanda saat salat Jumat ini menewaskan sedikitnya 31 orang dan melukai lebih dari 160 orang lainnya.

Para pejabat kota Islamabad mengonfirmasi bahwa ledakan di Masjid Imam Bargah Qasr-e-Khadijatul Kubra yang terletak di area Tarlai, pinggiran kota Islamabad itu merenggut sedikitnya 31 nyawa. Jumlah korban tewas diperkirakan masih bisa bertambah lagi.

Lebih dari 169 orang mengalami luka-luka akibat ledakan tersebut, dengan sebagian besar masih menjalani perawatan medis.




(nvc/nvc)

Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork