Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyebut perundingan dengan Iran di Oman berlangsung "sangat baik". Di sisi lain, Trump dikecam karena postingan media sosial berisi video rasis yang menggambarkan mantan Presiden AS Barack Obama dan istrinya, Michelle Obama, sebagai monyet.
Trump menyebut perundingan nuklir antara Washington dan Teheran akan dilanjutkan kembali "awal pekan depan". Perundingan ini digelar saat ketegangan meningkat antara kedua negara, menyusul penindakan brutal oleh Iran terhadap unjuk rasa antipemerintah beberapa waktu lalu.
Sementara itu, Trump menolak untuk meminta maaf atas postingan media sosialnya yang menampilkan video rasis Obama dan istrinya. Postingan itu dihapus setelah memicu kemarahan dan kecaman, termasuk dari sekutu Trump. Namun Trump menegaskan dirinya tidak membuat kesalahan apa pun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain berita tersebut, berikut ini berita-berita internasional yang menarik perhatian pembaca detikcom, hari ini, Sabtu (7/2/2026):
- Trump Ungkap Isi Negosiasi dengan Iran, Lanjut Pekan Depan
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan bahwa perundingan dengan Iran yang berlangsung di Oman berlangsung "sangat baik". Trump menyebut perundingan kedua negara akan dilanjutkan kembali pekan depan.
Perundingan AS-Iran yang berlangsung di Muscat, ibu kota Oman, pada Jumat (6/2) waktu setempat ini digelar saat ketegangan meningkat antara kedua negara, menyusul penindakan brutal oleh Teheran terhadap unjuk rasa antipemerintah beberapa waktu lalu.
Ini juga menjadi perundingan pertama sejak Washington mengebom situs-situs nuklir Teheran pada Juni tahun lalu, ketika Iran berperang melawan Israel. Perang yang berlangsung selama 12 hari itu telah menghentikan putaran perundingan nuklir yang sebelumnya berlangsung antara AS dan Iran.
- ISIS Klaim Dalangi Ledakan Bom Bunuh Diri di Masjid Pakistan
Kelompok radikal Islamic State (ISIS) mengklaim bertanggung jawab atas ledakan bom bunuh diri yang mengguncang sebuah masjid Syiah di Islamabad, ibu kota Pakistan, pada Jumat (6/2) waktu setempat. Ledakan yang melanda saat salat Jumat ini menewaskan sedikitnya 31 orang dan melukai lebih dari 160 orang lainnya.
Para pejabat kota Islamabad mengonfirmasi bahwa ledakan di Masjid Imam Bargah Qasr-e-Khadijatul Kubra yang terletak di area Tarlai, pinggiran kota Islamabad itu merenggut sedikitnya 31 nyawa. Jumlah korban tewas diperkirakan masih bisa bertambah lagi.
Lebih dari 169 orang mengalami luka-luka akibat ledakan tersebut, dengan sebagian besar masih menjalani perawatan medis.
- Iran Setuju Lanjutkan Negosiasi dengan AS tapi Beri Wanti-wanti Ini
Iran menyebut perundingan nuklir dengan Amerika Serikat (AS) yang dimediasi Oman menjadi "awal yang baik", dengan kedua pihak setuju untuk melanjutkan negosiasi. Namun, Teheran mengharapkan Washington untuk menahan diri dari "ancaman dan tekanan" sehingga pembicaraan dapat dilanjutkan.
Perundingan ini digelar setelah rentetan ancaman dari AS menyusul penindakan brutal oleh aparat Iran terhadap unjuk rasa antipemerintah beberapa lalu, dan setelah Washington mengerahkan kelompok kapal induk ke Timur Tengah.
Menteri Luar Negeri (Menlu) Abbas Araghchi, yang memimpin delegasi Iran, seperti dilansir Reuters dan AFP, Sabtu (7/2/2026), memuji "atmosfer positif" dalam pembicaraan dengan AS di Muscat, ibu kota Oman, pada Jumat (6/2).
- Trump Posting Video Rasis Obama Monyet tapi Setelahnya Dihapus
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump sempat membagikan postingan media sosial berisi video rasis yang menggambarkan mantan Presiden AS Barack Obama dan istrinya, Michelle Obama, sebagai monyet. Postingan itu kemudian dihapus setelah memicu kemarahan dan hujatan publik.
Gedung Putih, seperti dilansir AFP, Sabtu (7/2/2026), awalnya menyebut kritikan publik yang muncul terhadap postingan itu sebagai "kemarahan palsu". Namun kemudian, Gedung Putih mengklaim postingan itu merupakan kesalahan seorang anggota staf.
Partai Demokrat mengecam Trump sebagai sosok "keji" karena memposting video tentang keluarga Obama, yang merupakan Presiden dan Ibu Negara kulit hitam pertama dalam sejarah AS. Sedangkan seorang Senator senior dari Partai Republik menyebut video itu jelas-jelas rasis.
- Dikecam Soal Video Rasis Obama, Trump Ogah Minta Maaf
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menolak untuk meminta maaf setelah dihujani kecaman atas video rasis yang menggambarkan mantan Presiden AS Barack Obama dan mantan Ibu Negara AS Michelle Obama sebagai monyet. Trump menegaskan dirinya tidak membuat kesalahan apa pun.
Trump memposting video rasis itu via media sosial Truth Social pada Kamis (5/2) malam, di tengah banyaknya postingan lain pada akunnya. Video itu tetap online selama hampir 12 jam, sebelum Gedung Putih menghapusnya di tengah kemarahan bipartisan, termasuk sekutu dekat Trump.
Gedung Putih beralasan bahwa seorang staf telah "secara keliru membuat unggahan tersebut".











































