Pohon Tua Terancam Ditebang, Aktivis Duduki Batang Cottonwood di Perbatasan AS-Meksiko

Foto

Pohon Tua Terancam Ditebang, Aktivis Duduki Batang Cottonwood di Perbatasan AS-Meksiko

Rengga Sancaya - detikNews
Senin, 10 Agu 2026 23:00 WIB

Amerika Serikat - Pohon cottonwood kuno di Lochiel, Arizona, terancam ditebang untuk proyek pagar AS-Meksiko. Aktivis pun memprotes demi menyelamatkannya.

Pohon cottonwood kuno yang berada di Lochiel, Arizona, Amerika Serikat, terancam ditebang untuk pembangunan pagar perbatasan AS-Meksiko. Kondisi tersebut memicu aksi protes dari sejumlah aktivis lingkungan. REUTERS/Rebecca Noble

Para aktivis memilih cara tak biasa untuk mempertahankan pohon tersebut. Mereka memanjat dan bertahan di atas batang pohon sebagai bentuk penolakan terhadap rencana penebangan. REUTERS/Rebecca Noble

Pohon cottonwood kuno yang berada di Lochiel, Arizona, Amerika Serikat, terancam ditebang untuk pembangunan pagar perbatasan AS-Meksiko. Kondisi tersebut memicu aksi protes dari sejumlah aktivis lingkungan. REUTERS/Rebecca Noble

Selain menduduki pohon, para aktivis juga berkumpul di sebuah bangunan bekas pos pemeriksaan perbatasan yang mereka sewa dan menamainya "Port of Hope". Tempat itu digunakan sebagai ruang berkumpul sekaligus pusat kegiatan mereka. REUTERS/Rebecca Noble

Pohon cottonwood kuno yang berada di Lochiel, Arizona, Amerika Serikat, terancam ditebang untuk pembangunan pagar perbatasan AS-Meksiko. Kondisi tersebut memicu aksi protes dari sejumlah aktivis lingkungan. REUTERS/Rebecca Noble

Dalam aksinya, para aktivis menggelar makan malam bersama sambil terus memantau keberadaan pohon yang terancam ditebang. Mereka berharap keberadaan pohon tersebut dapat dipertahankan dari proyek pembangunan pagar. REUTERS/Rebecca Noble

Pohon cottonwood kuno yang berada di Lochiel, Arizona, Amerika Serikat, terancam ditebang untuk pembangunan pagar perbatasan AS-Meksiko. Kondisi tersebut memicu aksi protes dari sejumlah aktivis lingkungan. REUTERS/Rebecca Noble

Pohon cottonwood itu dinilai memiliki nilai penting bagi lingkungan dan menjadi bagian dari lanskap kawasan perbatasan. REUTERS/Rebecca Noble

Pohon cottonwood kuno yang berada di Lochiel, Arizona, Amerika Serikat, terancam ditebang untuk pembangunan pagar perbatasan AS-Meksiko. Kondisi tersebut memicu aksi protes dari sejumlah aktivis lingkungan. REUTERS/Rebecca Noble

Keberadaannya menjadi alasan para aktivis melakukan aksi langsung untuk menarik perhatian terhadap rencana penebangan. REUTERS/Rebecca Noble

Pohon cottonwood kuno yang berada di Lochiel, Arizona, Amerika Serikat, terancam ditebang untuk pembangunan pagar perbatasan AS-Meksiko. Kondisi tersebut memicu aksi protes dari sejumlah aktivis lingkungan. REUTERS/Rebecca Noble

Para aktivis memilih bertahan di atas pohon sebagai simbol perlawanan demi menyelamatkan pohon tua tersebut. Aksi tersebut berlangsung di sekitar kawasan perbatasan yang menjadi lokasi rencana pembangunan pagar. Aktivis berupaya mempertahankan satu-satunya pohon cottonwood kuno yang masih tersisa di kawasan tersebut. REUTERS/Rebecca Noble

Pohon cottonwood kuno yang berada di Lochiel, Arizona, Amerika Serikat, terancam ditebang untuk pembangunan pagar perbatasan AS-Meksiko. Kondisi tersebut memicu aksi protes dari sejumlah aktivis lingkungan. REUTERS/Rebecca Noble

Aksi di Lochiel memperlihatkan bagaimana pembangunan infrastruktur perbatasan berhadapan dengan upaya pelestarian lingkungan. REUTERS/Rebecca Noble

Pohon Tua Terancam Ditebang, Aktivis Duduki Batang Cottonwood di Perbatasan AS-Meksiko
Pohon Tua Terancam Ditebang, Aktivis Duduki Batang Cottonwood di Perbatasan AS-Meksiko
Pohon Tua Terancam Ditebang, Aktivis Duduki Batang Cottonwood di Perbatasan AS-Meksiko
Pohon Tua Terancam Ditebang, Aktivis Duduki Batang Cottonwood di Perbatasan AS-Meksiko
Pohon Tua Terancam Ditebang, Aktivis Duduki Batang Cottonwood di Perbatasan AS-Meksiko
Pohon Tua Terancam Ditebang, Aktivis Duduki Batang Cottonwood di Perbatasan AS-Meksiko
Pohon Tua Terancam Ditebang, Aktivis Duduki Batang Cottonwood di Perbatasan AS-Meksiko


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini