Kelompok radikal Islamic State (ISIS) mengklaim bertanggung jawab atas ledakan bom bunuh diri yang mengguncang sebuah masjid Syiah di Islamabad, ibu kota Pakistan, pada Jumat (6/2) waktu setempat. Ledakan yang melanda saat salat Jumat ini menewaskan sedikitnya 31 orang dan melukai lebih dari 160 orang lainnya.
Para pejabat kota Islamabad mengonfirmasi bahwa ledakan di Masjid Imam Bargah Qasr-e-Khadijatul Kubra yang terletak di area Tarlai, pinggiran kota Islamabad itu merenggut sedikitnya 31 nyawa. Jumlah korban tewas diperkirakan masih bisa bertambah lagi.
Lebih dari 169 orang mengalami luka-luka akibat ledakan tersebut, dengan sebagian besar masih menjalani perawatan medis.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ledakan mematikan itu, menurut seorang sumber keamanan setempat, seperti dilansir AFP, Sabtu (7/2/2026), terjadi saat salat Jumat berlangsung, tepatnya ketika masjid dipenuhi jemaah.
"Penyerang dihentikan di gerbang dan meledakkan dirinya," tutur sumber keamanan itu kepada AFP.
ISIS, dalam pernyataan yang dikutip pemantau komunikasi jihadis, SITE Intelligence Group, mengklaim bertanggung jawab atas ledakan mematikan di Pakistan itu.
Dikatakan oleh ISIS bahwa salah satu militannya telah menargetkan para jemaah, meledakkan rompi peledak, dan "menyebabkan banyak kematian dan korban luka-luka".
Keterangan salah satu jemaah masjid tersebut, Muhammad Kazim, yang berusia 52 tahun, menyebutkan bahwa ledakan itu "sangat dahsyat" dan mengguncang saat salat Jumat baru saja dimulai. Kazim juga menyebut sempat terdengar suara tembakan di lokasi, sebelum ledakan terjadi.
"Saat rukuk pertama salat, kami mendengar suara tembakan. Dan saat kami masih dalam posisi rukuk, sebuah ledakan terjadi," tuturnya kepada AFP.
Seorang jemaah lainnya, Imran Mahmood, mengatakan kepada AFP bahwa baku tembak terjadi antara pengebom bunuh diri, kemungkinan seorang kaki tangannya, dan relawan personel keamanan di masjid tersebut.
"Pelaku bom bunuh diri itu mencoba bergerak maju, tetapi salah satu relawan kami yang terluka menembaknya dari belakang, mengenai pahanya," ucap Mahmood kepada AFP.
Mahmood menyebut bahwa setelah itu, pelaku "meledakkan peledak" yang dibawanya.
Perdana Menteri (PM) Pakistan, Shehbaz Sharif, bersumpah bahwa pihak-pihak yang ada di balik ledakan mematikan itu akan ditemukan dan dibawa ke pengadilan.
Ledakan ini merupakan yang paling mematikan di ibu kota Pakistan sejak September 2008, ketika sedikitnya 60 orang tewas akibat ledakan bom bunuh diri menggunakan truk yang menghancurkan sebagian gedung hotel bintang lima Marriott.
Simak juga Video 'Suasana Rumah Persembunyian ISIS yang Digerebek Polisi Turki':











































