Iran Wanti-wanti AS Tak Ada Deal Jika Ancaman Terus Berlanjut!

Iran Wanti-wanti AS Tak Ada Deal Jika Ancaman Terus Berlanjut!

Novi Christiastuti - detikNews
Selasa, 07 Jul 2026 16:44 WIB
Menlu Iran Abbas Araghchi (dok. REUTERS/Mohamed Azakir/File Photo)
Menlu Iran Abbas Araghchi (dok. REUTERS/Mohamed Azakir/File Photo)
Teheran -

Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran Abbas Araghchi memperingatkan bahwa perundingan untuk mencapai kesepakatan akhir dengan Amerika Serikat (AS) tidak akan dimulai jika "ancaman terus berlanjut".

Peringatan tersebut disampaikan setelah Presiden AS Donald Trump mengancam akan "menyelesaikan tugas" jika kesepakatan dengan Teheran gagal tercapai.

Aragchi dalam pernyataan via media sosial X, seperti dilansir Anadolu Agency, Selasa (7/7/2026), mengingatkan AS bahwa negosiasi mengenai kesepakatan akhir tidak akan dimulai jika "ancaman terus berlanjut", dengan merujuk pada pasal 13 nota kesepahaman (MoU) yang telah diteken kedua negara.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Pasal 13 MoU tersebut sudah jelas: Negosiasi mengenai kesepakatan akhir tidak akan dimulai jika ancaman-ancaman terus berlanjut," kata Araghchi dalam pernyataannya.

"Hormati tanda tangan Anda," ucapnya, yang ditujukan pada Trump.

MoU antara Iran dan AS itu, atau yang disebut MoU Islamabad, telah ditandatangani secara elektronik oleh Presiden Masoud Pezeshkian dan Trump pada pertengahan Juni lalu.

Kesepakatan yang memuat 14 poin tersebut memulai periode diplomasi selama 60 hari, melalui perundingan tidak langsung antara kedua negara, dengan dimediasi Pakistan dan Qatar, yang bertujuan mencapai kesepakatan damai yang langgeng.

Peringatan Araghchi itu disampaikan beberapa jam setelah Trump memperingatkan bahwa AS siap menggunakan kekuatan militer jika diplomasi dengan Iran berujung kegagalan.

Trump juga kembali menegaskan bahwa Teheran tidak boleh memiliki senjata nuklir.

"Kita akan mencapai kesepakatan atau kita akan menyelesaikan tugas itu. Oke, dan tidak akan sulit untuk menyelesaikan tugas itu," kata Trump saat berbicara kepada wartawan di Ruang Oval Gedung Putih pada Senin (6/7).

"Saya lebih memilih untuk mencapai kesepakatan, karena saya tidak ingin memberikan dampak kepada 91 juta orang," ucap Presiden AS itu, merujuk pada total populasi Iran.

Trump kemudian memperingatkan bahwa AS memiliki kemampuan untuk menyerang infrastruktur Iran, jika diperlukan.

"Kita bisa menghancurkan jembatan-jembatan mereka dalam satu jam, kita bisa melumpuhkan pasokan energi mereka... Mereka tidak memiliki yang sekarang. Kita belum memberikan uang apa pun kepada mereka," ujarnya.

Simak juga Video: Trump Klaim Perundingan Nuklir dengan Iran Berjalan Baik

Halaman 2 dari 2
(nvc/ita)


Berita Terkait