×
Ad

AS dan Rusia Tak Lagi Terikat Perjanjian Nuklir

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 06 Feb 2026 06:30 WIB
New START: Perjanjian nuklir terakhir AS-Rusia resmi berakhir. (DW News)
Jakarta -

Perjanjian START mengenai pembatasan pada persenjataan nuklir antara Amerika Serikat (AS) dan Rusia telah berakhir. Kini keduanya tak lagi terikat perjanjian nuklir.

Perjanjian nuklir AS dan Rusia berakhir 5 Februari 2026. Rusia dan Amerika Serikat bersama-sama mengendalikan lebih dari 80 persen hulu ledak nuklir dunia, tetapi perjanjian persenjataan telah melemah.

Perjanjian New START, yang pertama kali ditandatangani pada tahun 2010, membatasi persenjataan nuklir masing-masing pihak hingga 1.550 hulu ledak strategis yang ditempatkan-pengurangan hampir 30 persen dari batas sebelumnya yang ditetapkan pada tahun 2002.

Perjanjian ini juga memungkinkan masing-masing pihak untuk melakukan inspeksi di lokasi persenjataan nuklir pihak lain, meskipun inspeksi ini ditangguhkan selama pandemi Covid-19 dan belum dilanjutkan sejak saat itu.


Potensi Perlombaan Senjata Nuklir Baru

Para aktivis telah memperingatkan bahwa membiarkan perjanjian itu berakhir dapat memicu perlombaan senjata nuklir baru. Sekjen PBB Antonio Guterres mengatakan ini adalah "momen genting bagi perdamaian dan keamanan internasional". Jika perjanjian itu berakhir maka secara resmi membebaskan Moskow dan Washington dari sejumlah pembatasan pada persenjataan nuklir mereka.

"Untuk pertama kalinya dalam lebih dari setengah abad, kita menghadapi dunia tanpa batasan yang mengikat pada persenjataan nuklir strategis Federasi Rusia dan Amerika Serikat," kata Guterres dilansir AFP, Kamis (5/2).

Menurut Guterres, New START dan perjanjian pengendalian senjata lainnya telah "meningkatkan keamanan semua bangsa secara drastis."

"Pembubaran pencapaian selama beberapa dekade ini terjadi pada waktu yang paling buruk -- risiko penggunaan senjata nuklir berada pada tingkat tertinggi dalam beberapa dekade," katanya, tanpa memberikan detail lebih lanjutnya.

Guterres, mendesak Rusia dan AS "untuk segera kembali ke meja perundingan dan menyepakati kerangka kerja pengganti".




(dek/dek)

Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork