×
Ad

Ramai Spekulasi soal Tangannya Memar, Trump Bilang Terbentur Meja

Novi Christiastuti - detikNews
Jumat, 23 Jan 2026 11:49 WIB
Presiden AS Donald Trump saat menghadiri Forum Ekonomi Dunia di Davos, Swiss (dok. AFP/FABRICE COFFRINI)
Washington DC -

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump terlihat dengan memar di tangan dalam sejumlah foto yang dirilis media, saat dia menghadiri Forum Ekonomi Dunia (WEF) di Davos, Swiss. Hal ini menimbulkan berbagai spekulasi soal kesehatannya. Namun, Trump menepisnya dengan mengatakan tangannya terbentur meja.

Trump sering terlihat dengan memar di tangannya dalam acara-acara publik sejak kembali ke Gedung Putih tahun lalu. Namun memar sebelumnya terlihat di tangan kanan Trump, yang seringkali disembunyikan dengan plester dan riasan.

Gedung Putih mengatakan bahwa memar di tangan kanan Trump itu disebabkan oleh kombinasi seringnya dia berjabat tangan dan aspirin yang dikonsumsi untuk kesehatan kardiovaskularnya, yang dapat menyebabkan kecenderungan memar.

Namun, dalam foto-foto terbaru saat Forum Ekonomi Dunia di Davos, seperti dilansir AFP dan CNN, Jumat (23/1/2026), memar gelap terlihat di lokasi yang sama, tetapi kali ini pada tangan kiri Trump.

Foto-foto memar di tangan kiri Trump yang diambil pada Kamis (22/1), tepatnya saat peluncuran Dewan Perdamaian, dengan cepat menyebar di media sosial disertai berbagai spekulasi. Trump dengan cepat menepisnya.

"Saya terbentur meja," kata Trump saat berbicara kepada wartawan di pesawat kepresidenan Air Force One ketika ditanya soal memar tersebut.

"Saya mengoleskan sedikit, apa namanya? Krim. Tapi saya terbentur," ucapnya.

s left hand during an event in Davos, Switzerland (Fabrice COFFRINI/AFP)" title="Memar terlihat pada tangan kiri Trump saat menghadiri Forum Ekonomi Dunia di Davos, Swiss" class="p_img_zoomin" />Memar terlihat pada tangan kiri Trump saat menghadiri Forum Ekonomi Dunia di Davos, Swiss Foto: Fabrice COFFRINI/AFP




(nvc/ita)

Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork