Trump Klaim Kesehatannya Sempurna, Bilang Gini soal Memar di Tangan

Trump Klaim Kesehatannya Sempurna, Bilang Gini soal Memar di Tangan

Haris Fadhil - detikNews
Jumat, 02 Jan 2026 13:02 WIB
Trump Klaim Kesehatannya Sempurna, Bilang Gini soal Memar di Tangan
Donald Trump (Foto: DW News)
Washington DC -

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyalahkan aspirin atas memar besar di tangannya. Dia juga membantah tertidur saat menghadiri pertemuan publik.

Dilansir AFP, Jumat (2/1/2026), hal itu disampaikan Trump dalam wawancara dengan The Wall Street Journal yang diterbitkan Kamis. Dalam wawancara itu, Trump mengubah pernyataan sebelumnya tentang pemindaian MRI pada Oktober.

Dia mengatakan bahwa itu sebenarnya adalah pemindaian CT yang lebih cepat. Trump yang dilantik pada usia 79 tahun, merupakan orang tertua yang menjabat sebagai presiden AS.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dia mengatakan 'kesehatan saya sempurna' dan menyatakan frustrasi dengan pengawasan terhadap kesehatannya. Trump telah membangun sebagian besar citra politiknya dengan menampilkan semangat-baik melalui interaksinya yang sering dengan jurnalis, unggahan media sosial yang terus-menerus, atau meme AI yang menggambarkannya sebagai pahlawan super.

Namun, tahun pertama masa jabatan keduanya telah menimbulkan pertanyaan yang semakin banyak. Tangan kanannya menunjukkan memar yang terus-menerus, sering ditutupi dengan riasan tebal dan terkadang perban, dan pergelangan kakinya tampak bengkak.

ADVERTISEMENT

Trump kadang kesulitan untuk tetap membuka matanya, termasuk selama pertemuan di Ruang Oval yang disiarkan televisi dengan perwakilan kesehatan pada bulan November. Isu itu sensitif secara politik bagi seseorang yang terus-menerus menggambarkan pendahulunya dari Partai Demokrat, Joe Biden, sebagai 'tukang ngantuk'.

Trump jarang berolahraga selain bermain golf di lapangan golfnya. Dia juga secara terang-terangan mengaku suka makanan cepat saji tinggi lemak dan tinggi natrium.

Politikus Republik itu menjelaskan memar di tangannya sebagai akibat dari aspirin yang dia minum setiap hari. Dia mengklaim hal itu dilakukan untuk mengencerkan darahnya.

"Saya tidak ingin darah kental mengalir melalui jantung saya," katanya kepada Journal.

Dia menggunakan riasan atau perban digunakan ketika tangannya 'terbentur'. Satu luka, katanya, disebabkan ketika Jaksa Agung AS, Pam Bondi, memukul punggung tangannya dengan cincinnya saat memberinya tos.

Trump pernah mengatakan dia menjalani pemindaian MRI pada Oktober lalu. Saat itu, dia mengatakan bahwa dirinya 'tidak tahu apa yang mereka analisis'.

"Apa pun yang mereka analisis, mereka menganalisisnya dengan baik, dan mereka mengatakan bahwa saya memiliki hasil sebaik yang pernah mereka lihat," katanya saat itu.

Terbaru, Trump mengatakan prosedur yang dijalaninya itu bukan MRI. Dia menyebut 'Itu kurang dari itu. Itu adalah pemindaian'.

Dokter Trump, Sean Barbabella, mengkonfirmasi kepada surat kabar tersebut bahwa pemindaian CT, prosedur yang jauh lebih singkat daripada MRI, dilakukan untuk mengetahui masalah kardiovaskular.

Trump juga menolak anggapan bahwa dia tertidur di depan umum. Dia mengklaim momen dirinya dianggap tertidur itu hanya momen relaksasi.

"Saya tidak pernah menjadi orang yang banyak tidur. Saya akan menutupnya saja. Itu sangat menenangkan bagi saya. Terkadang mereka akan memotret saya saat berkedip, berkedip, dan mereka akan menangkap momen kedipan itu dalam diri saya," ujarnya.

Simak juga Video: Anggaran Kesehatan Warga AS Bakal Naik, Trump Sindir Obamacare

Halaman 2 dari 2
(haf/imk)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads