Trump Sehat tapi Harus Diet Ketat

Trump Sehat tapi Harus Diet Ketat

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 30 Mei 2026 22:02 WIB
Kerbau Pirang Mirip Donald Trump Jadi Seleb Jelang Idul Adha
Foto: Donald Trump (Dok AFP).
Jakarta -

Donald Trump dinyatakan sehat. Akan tetapi, Presiden Amerika Serikat (AS) itu harus diet ketat.

Dirangkum detikcom, Sabtu (30/5/2026), mengenai kondisi kesehatan Trump itu diungkap dokter kepresidenan. Trump memang rutin menjalani pemeriksaan medis.

Dokter kepresidenan mengatakan Trump dalam kondisi kesehatan prima. Akan tetapi, dokter menyarankan Trump agar menurunkan berat badan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Presiden Trump tetap dalam kondisi kesehatan prima, menunjukkan fungsi jantung, paru-paru, neurologis, dan fisik yang secara keseluruhan kuat," kata dokter Trump, Kapten Angkatan Laut AS Sean Barbabella, dikutip dari memo yang dirilis Jumat (29/5) waktu setempat setelah Trump yang berusia 79 tahun.

"Konseling pencegahan telah diberikan, termasuk panduan tentang diet, rekomendasi untuk mengonsumsi aspirin dosis rendah, peningkatan aktivitas fisik, dan penurunan berat badan yang berkelanjutan," imbuhnya, seperti dilansir kantor berita AFP, Sabtu (30/5/2026).

Memo tiga halaman tersebut memberikan gambaran umum tentang pemeriksaan fisik dan pengujian diagnostik Trump yang dilakukan di Rumah Sakit Walter Reed Medical di dekat Washington pada hari Selasa lalu.

Barbabella mengatakan Trump "sepenuhnya layak untuk menjalankan semua tugas Panglima Tertinggi dan Kepala Negara."

Trump, yang akan berusia 80 tahun bulan depan, mengonsumsi tiga obat, dua di antaranya ditujukan untuk mengontrol kolesterol dan yang ketiga adalah aspirin untuk "pencegahan penyakit jantung."

Dengan tinggi 191 cm, berat badan Trump meningkat menjadi 108 kilogram dari berat badannya yang diumumkan secara publik sebesar 101,6 kilogram pada pemeriksaan medis tahunan terakhirnya pada April tahun lalu.

Pemeriksaan tersebut merupakan pemeriksaan medis ketiga Trump sejak kembali menjabat tahun lalu. Pemeriksaan ini dilakukan menyusul spekulasi yang meningkat tentang masalah kesehatan, termasuk memar di tangannya dan tampak mengantuk selama pertemuan.

"Pemeriksaan punggung tangan menunjukkan ekimosis (memar), yang konsisten dengan iritasi jaringan lunak ringan terkait dengan seringnya berjabat tangan dalam konteks penggunaan aspirin untuk pencegahan penyakit jantung," demikian memo tersebut mengenai tangan Trump yang memar.

Halaman 2 dari 2
(whn/wnv)


Berita Terkait