Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump terlihat dengan memar di tangan dalam sejumlah foto yang dirilis media, saat dia menghadiri Forum Ekonomi Dunia (WEF) di Davos, Swiss. Hal ini menimbulkan berbagai spekulasi soal kesehatannya. Namun, Trump menepisnya dengan mengatakan tangannya terbentur meja.
Trump sering terlihat dengan memar di tangannya dalam acara-acara publik sejak kembali ke Gedung Putih tahun lalu. Namun memar sebelumnya terlihat di tangan kanan Trump, yang seringkali disembunyikan dengan plester dan riasan.
Selain berita tersebut, berikut ini berita-berita internasional yang menarik perhatian pembaca detikcom, hari ini, Jumat (23/1/2026):
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
- Tegang dengan Iran, Kapal Induk AS Segera Tiba di Timur Tengah
Kapal induk Amerika Serikat (AS) dan aset-aset militer lainnya akan tiba di kawasan Timur Tengah dalam beberapa hari mendatang, di tengah ketegangan dengan Iran. Pengerahan ini dilakukan meskipun Presiden AS Donald Trump menyuarakan harapan untuk menghindari serangan baru terhadap Iran.
Sejumlah kapal perang AS, termasuk kapal induk USS Abraham Lincoln dan kapal-kapal penghancur, serta beberapa jet tempur mulai bergerak dari kawasan Asia-Pasifik pekan lalu, seiring meningkatnya ketegangan antara Iran dan AS setelah penindakan keras terhadap para demonstran di negara tersebut.
Dua pejabat AS yang enggan disebut namanya, seperti dilansir Reuters, Jumat (23/1/2026), menyebut pengerahan kapal induk dan aset militer lainnya itu akan tiba di Timur Tengah beberapa hari ke depan.
- Spanyol Tolak Gabung Dewan Perdamaian Bentukan Trump, Ini Alasannya
Spanyol mengumumkan tidak akan bergabung dengan Dewan Perdamaian yang baru saja diluncurkan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump di Davos, Swiss. Otoritas Madrid menjelaskan keputusan ini konsisten dengan keyakinan pada multilateralisme dan sistem Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Pemerintah Spanyol juga menyoroti tidak disertakannya Otoritas Palestina dalam Dewan Perdamaian, yang dipimpin Trump dan disebut bertujuan menangani konflik-konflik global ini.
Keputusan menolak bergabung Dewan Perdamaian, seperti dilansir Reuters, Jumat (23/1/2026), diumumkan langsung oleh Perdana Menteri (PM) Spanyol Pedro Sanchez.
- Trump Sebut Kanada Hidup karena AS, PM Carney Geram!
Perdana Menteri (PM) Kanada Mark Carney terlibat perdebatan sengit dengan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Carney memberikan reaksi keras setelah Trump mengklaim Kanada bisa bertahan hidup karena AS dalam pidatonya di Forum Ekonomi Dunia (WEF) di Davos, Swiss.
Dalam pidato nasional di Quebec City menjelang sesi legislatif baru, seperti dilansir AFP, Jumat (23/1/2026), Carney menolak klaim Trump tersebut.
"Kanada tidak hidup karena Amerika Serikat. Kanada berkembang karena kita adalah orang Kanada," tegas Carney dalam pidatonya.
- PM Inggris Khawatir Putin Ada di Dewan Perdamaian Bentukan Trump
Perdana Menteri (PM) Inggris Keir Starmer mengungkapkan dirinya memiliki kekhawatiran tentang Presiden Rusia Vladimir Putin berada di "Dewan Perdamaian", yang digagas oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
Trump sebelumnya mengatakan pada hari Rabu (21/1) waktu setempat, bahwa Putin telah menerima undangannya untuk bergabung dengan "Dewan Perdamaian" tersebut. Namun, pemimpin Rusia itu mengatakan undangan tersebut masih dipertimbangkan.
"Saya jelas memiliki kekhawatiran tentang Putin berada di Dewan Perdamaian," kata Starmer dalam sebuah wawancara dengan Channel 4 News. "Dia sedang melancarkan perang terhadap sebuah negara Eropa. Mereka menghujani Ukraina dengan bom," cetusnya, dilansir Reuters dan Al Arabiya, Jumat (23/1/2026).
- Ramai Spekulasi soal Tangannya Memar, Trump Bilang Terbentur Meja
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump terlihat dengan memar di tangan dalam sejumlah foto yang dirilis media, saat dia menghadiri Forum Ekonomi Dunia (WEF) di Davos, Swiss. Hal ini menimbulkan berbagai spekulasi soal kesehatannya. Namun, Trump menepisnya dengan mengatakan tangannya terbentur meja.
Trump sering terlihat dengan memar di tangannya dalam acara-acara publik sejak kembali ke Gedung Putih tahun lalu. Namun memar sebelumnya terlihat di tangan kanan Trump, yang seringkali disembunyikan dengan plester dan riasan.
Gedung Putih mengatakan bahwa memar di tangan kanan Trump itu disebabkan oleh kombinasi seringnya dia berjabat tangan dan aspirin yang dikonsumsi untuk kesehatan kardiovaskularnya, yang dapat menyebabkan kecenderungan memar.











































