International Updates

Bagikan 80 Juta Vaksin Corona, AS Minta Rekam Medis Staf Lab Wuhan Dirilis

Novi Christiastuti - detikNews
Jumat, 04 Jun 2021 18:26 WIB
AS mulai melakukan uji coba vaksin virus Corona pada manusia. Dibutuhkan waktu hingga beberapa bulan ke depan hingga vaksin itu dapat tersedia untuk umum.
Ilustrasi -- Vaksinasi Corona di AS (dok. AP Photo/Ted S. Warren)
Jakarta -

Amerika Serikat (AS) berencana membagi-bagikan 80 juta dosis vaksin virus Corona (COVID-19) ke seluruh dunia. Seorang pakar medis terkemuka AS meminta China untuk merilis rekam medis para peneliti laboratorium Wuhan yang jatuh sakit dengan gejala COVID-19 sebelum pandemi Corona diumumkan ke publik.

Presiden AS, Joe Biden, sebelumnya berjanji mengekspor 80 juta dosis vaksin Corona ke berbagai negara pada akhir bulan ini. Komitmen itu datang di tengah tekanan dari negara-negara lain untuk memanfaatkan kelebihan pasokan vaksin Corona milik AS demi membantu negara yang berjuang mendapatkan vaksin.

Pekan ini, Dr Anthony Fauci yang merupakan pakar medis terkemuka AS menyerukan kepada China untuk merilis rekam medis para peneliti laboratorium Wuhan yang jatuh sakit pada akhir tahun 2019, sebelum pandemi Corona diungkap ke publik.

Selain berita tersebut, berikut ini berita-berita internasional yang menarik perhatian pembaca detikcom, hari ini, Jumat (4/6/2021):

- Biden Beberkan Rencana Global Bagi-bagikan 80 Juta Dosis Vaksin Corona

Presiden Amerika Serikat (AS), Joe Biden, menjelaskan rencananya soal pendistribusian 80 juta dosis vaksin virus Corona (COVID-19) secara global ke negara-negara prioritas. Sekitar 75 persen di antaranya akan disalurkan melalui program berbagi vaksin, COVAX, yang didukung Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Seperti dilansir AFP, Jumat (4/6/2021), Gedung Putih dalam pernyataannya menyebut bahwa jutaan dosis vaksin Corona yang disalurkan melalui program COVAX, akan diprioritaskan untuk negara-negara di kawasan Amerika Latin dan Karibia, juga Asia Selatan dan Asia Tenggara, serta Afrika.

Penyaluran vaksin secara global oleh AS ini, sebut Gedung Putih, bertujuan membantu mencegah lonjakan baru kasus Corona.

- Abu 1.200 Korban Corona di India Ditenggelamkan di Sungai

Banyak abu jenazah korban virus Corona (COVID-19) di India yang tidak diklaim atau diambil oleh keluarga masing-masing setelah proses kremasi selesai. Oleh karena itu, otoritas India memutuskan menenggelamkan abu-abu jenazah korban Corona itu di sungai setempat.

Seperti dilansir AFP, Jumat (4/6/2021), banyak guci tanah liat berisi abu jenazah korban Corona menumpuk di krematorium Sumanahalli, pinggiran Bangalore, India, tanpa ada keluarga yang mengklaim atau mengambilnya. Guci tanah liat itu diselimuti kain putih dan ditempeli stiker bernomor sebagai penanda.

Guci-guci berisi abu itu kemudian diangkut untuk ritual perendaman massal di sungai-sungai setempat, bersama banyak abu jenazah lainnya yang juga tidak diambil pihak keluarga. Totalnya dilaporkan ada sekitar 1.200 korban Corona yang tidak diklaim oleh keluarganya.