Abu 1.200 Korban Corona di India Ditenggelamkan di Sungai

Novi Christiastuti - detikNews
Jumat, 04 Jun 2021 10:04 WIB
Hindu priests led the farewell ritual for hundreds of unclaimed clay urns containing the ashes of people who died from coronavirus Manjunath Kiran AFP
Ritual penenggelaman abu jenazah korban virus Corona di India (Manjunath Kiran/AFP)
New Delhi -

Banyak abu jenazah korban virus Corona (COVID-19) di India yang tidak diklaim atau diambil oleh keluarga masing-masing setelah proses kremasi selesai. Oleh karena itu, otoritas India memutuskan menenggelamkan abu-abu jenazah korban Corona itu di sungai setempat.

Seperti dilansir AFP, Jumat (4/6/2021), banyak guci tanah liat berisi abu jenazah korban Corona menumpuk di krematorium Sumanahalli, pinggiran Bangalore, India, tanpa ada keluarga yang mengklaim atau mengambilnya. Guci tanah liat itu diselimuti kain putih dan ditempeli stiker bernomor sebagai penanda.

Guci-guci berisi abu itu kemudian diangkut untuk ritual perendaman massal di sungai-sungai setempat, bersama banyak abu jenazah lainnya yang juga tidak diambil pihak keluarga. Totalnya dilaporkan ada sekitar 1.200 korban Corona yang tidak diklaim oleh keluarganya.

Ritual seremoni Hindu digelar di tepi Sungai Cauvery di wilayah Karnataka. Dalam ajaran Hindu, diyakini bahwa menenggelamkan atau menaburkan abu jenazah di aliran sungai yang dianggap suci akan membebaskan jiwa orang yang meninggal.

Di Bangalore, banyak keluarga yang ternyata tidak datang mengklaim atau mengambil abu jenazah orang tercinta mereka.

Menurut para pekerja krematorium setempat, beberapa keluarga terlalu miskin untuk melakukan ritual dan yang lainnya diduga takut tertular virus Corona di krematorium yang penuh sesak di mana prosesi pembakaran mayat terus dilakukan tanpa henti.

"Dalam satu keluarga, dua atau tiga anggotanya mungkin meninggal karena Corona dan beberapa orang takut tertular jadi mereka tidak mengambilnya (abu jenazah-red)," tutur kontraktor Krematorium TR Mills Bangalore, Kiran Kumar, kepada AFP.